RSS

Arsip Tag: inklusif

Who Am I?

                Aku duduk di pojokan kamar,  suara TV mendominasi pagi ini, berbicara mengenai siapakah yang lebih unggul antara Chealse dan Ac Milan, jari jemariku kaku ia menunggu perintah dari otakku. Aku tatap layar putih itu lekat-lekat menerawang jauh tak beraturan, berpikir Siapakah aku?. Ditanya mengenai siapakah dirimu ( red-siapakah aku ) rasanya waktu berjam-jam tak akan cukup untuk bisa menjawabnya bahkan waktu belasan tahun lamanya takan mampu untuk menjawab siapakah aku?. Otakku berputar, oksigen dalam darah mulai merasuk kedalamnya menggoyangkan serabut-serabut memory, berharap bisa menemukan jawaban itu, ya jawaban dari pertanyaan klasik itu, logika-logika di dasarkan pada pola pikir rasional otakku tetap tak mampu menjawab pertanyaan itu. Sesuatu dalam tubuhku mulai merasakan risau, karena ia tak mampu merasakan siapakah dia sebenarnya, Akh sudahlah takkan cukup waktu dan takkan mampu aku menjawab siapakah diriku. Kupikir. Read the rest of this entry »

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Juli 2012 in Tulisanku

 

Tag: , , , , , , , ,

My Story

Tuhan tidak pernah memberikan apa yang kita inginkan tapi tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan, sepertinya kata-kata ini sangat benar dan itulah yang saya alami sampai saat ini. Makian, keluhan dan menyalahkan tuhan pernah saya lakukan karena merasa tuhan tidak adil karena tidak mau memberikan apa yang saya inginkan, namun waktu terus berlalu hingga kini saya berbalik mengucap syukur pada-Nya atas segala nikmat dan segala apapun yang telah tuhan berikan. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Juli 2012 in Tulisanku

 

Tag: , , , , , , , ,

My Note

Dua puluh tahun yang lalu tepat tanggal 01-July-1992 seorang ibu merintih kesakitan ditemani dengan doa yang tak pernah putus dari sesosok pria yang mencintainya, dan dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai dirinya, harap, cemah, khawatir, bahagia campur aduk hari itu, menunggu kedatangan ciptaan tuhan yang baru di dunia ini, Sembilan bulan ibu ini mengandung merawat dan menjaganya selama dikandungan, memberikan makanan yang bergizi hanya untuk kesehatan janin yang ada di dalamnya, hingga setelah Sembilan bulan penderitaan selama mengandung selesai, berganti dengan tanggung jawab mendidik seorang bayi yang baru lahir. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Juli 2012 in Tulisanku

 

Tag: , , , , , , , ,

Smart Generation Mentoring #H1 Sabtu 14-July-2012

        

            Hari pertama pertemuan kami ( terdiri dari 13 orang dari UGM dan UII ) diberikan penjelasan menganai apa saja yang akan dipelajari dan yang akan kami dapatkan selama acara SGM berlangsung yaitu Konsep Diri (Leadership Dan Personal Branding), Public Speaking, Menulis, Membangun Jaringan, Negosiasi, Kolaborasi Aksi ( Follow Up ).

            Saat sesi perkenalan semua orang yang ikut dalam acara mentorship mereka adalah orang-orang muda yang sudah sangat matang dengan segudang pengalaman yang dimilikinya, sedangkan saya? bukanlah siapa-siapa, saya hanyalah seorang anak muda yang sedang haus mencari ilmu dan pengalaman. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Juli 2012 in Tulisanku

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Seringnya Kehilangan Helm di Lingkungan Kampus FEUII

               Setiap pengendara sepeda motor di wajibkan untuk menggunakan helm saat berkendara sesuai dengan yang telah di atur dalam UU No 14 Tahun 1992.Helm yang sejatinya merupakan alat untuk melindungi kepala apabila terjadi kecelakaan lalu lintas pada para pengguna sepeda motor kini menjadi objek empuk untuk dijdikan bahan curian.

          Sudah ada tiga mahasiswa angkatan tahun ajaran 2011/2012 yang kehilangan helm di lingkungan kampus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, ini mengindikasikan bahwa keamanan di lingkungan kampus FEUII perlu di tingkatkan lagi, karena akibat dari kehilangan helm tersebut dapat berakibat fatal bagi korban.

          Pihak kampus terutama yang mengurusi tentang keamanan agaknya harus segera berbenah agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di lingkungan FEUII. Karena menurut penulis bahwa keamanan di wilayah kampus FEUII belum begitu bagus apalagi saat malam hari, dimana kendaraan yang masuk dan keluar tidak ada pemeriksaan, berbeda ketika pada siang hari dimana setiap mahasiswa yang membawa kendaraan harus menunjukan STNK atau Identitas mahasiswa apabila ingin keluar dari lingkungan kampus.

          Pihak kampus harus segera memasang kamera pengintai atau CCTV di setiap sudut tempat parkir ini untuk meminimalisir pencurian di lingkungan kampus, lingkungan kampus semakin tidak aman karena setiap orang bisa masuk ke lingkungan kampus. Khusunya pada hari Jum’at ketika lingkungan kampus benar-benar di datangi oleh banyak orang di luar lingkungan keluarga mahasiswa FEUII.

          Pihak kampus sebaiknya segera berbenah untuk meningkatkan kemanan, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, mungkin saja sudah banyak mahasiswa bahkan bukan angkatan 2011/2012 saja yang kehilangan helm. Jika pihak kampus tidak segera berbenah bukan hal yang tidak mungkin selanjutnya pencurian ini tidak hanya helm tapi merambat kepada pencurian lainnya seperti pencurian sepeda motor dll.

          Tidak hanya pihak kampus saja yang harus berbenah untuk meningkatkan kemanan di lingkungan kampus, sebaiknya para mahasiswa juga khususnya yang membawa sepeda motor untuk lebih berhati-hati lagi dalam menyimpan atau memakirkan kendaraannya agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Karena jika hanya pihak kampus yang berbenah untuk meningkatkan keamanan tanpa di dukung dari para mahasiswaa gakanya hal ini akan sia-sia saja.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 21 Desember 2011 in Tulisanku

 

Tag: , , , , , , , ,

MAHASISWA DAN KE-HEDONISME-AN

Kata Mahasiswa bagi saya adalah seperti gelar yang begitu membanggakan, ketika orang bertanya “ kegiatannya apa mas sekarang?” saya dengan bangga akan mengatakan “ saya seorang mahasiswa”, karena bagi saya ketika menjadi mahasiswalah semua masa depan saya, saya pertaruhkan, hanya ada dua peilihan ketika sudah menjadi mahasiswa yaitu berusaha menata dan menggapai impian atau menjadi mahasiswa yang senang berhura-hura.

Saya kuliah disalah satu universitas swasta di daerah Yogyakarta, mahasiswa dikampus saya sebagian besar hidup dalam kemewahan, sebagian besar menjadi kaum hedonism termasuk saya,dan kaum proletar menjadi kaum minoritas, karena saya pikir dengan uanglah saya bisa hidup dan bisa melakukan apapun, dengan uang pula saya bisa membantu orang lain. Bagaimana dengan anda? Kaum hedonism atau proletar?.

Sebenarnya menjadi kaum hedonism atau menjadi kaum proletar adalah sebuah pilihan masing-masing, mereka menjadi seperti itu karena itulah pilihan mereka, mereka punya cara tersendiri untuk menikmati hidupnya.

Namun apa yang terjadi dengan mahasiswa zaman sekarang? Apa yang mereka dapat ketika menjadi mahasiswa? Apa yang mereka dapat ketika datang ke kampus dan masuk kelas? Mungkin sebagian besar hanya datang ke kelas dan tandatangan presensi saja. Tanpa benar-benar memperhatikan apa yang sedang di terangkan oleh dosen. Namun ini bukan sepenuhnya salah mahasiswa, terkadang dosen ketika menyampaikan materi hanya sekedar menyampaikan materi saja, tanpa memperhatikan mahasiswanya, mereka hanya sekedar menjalankan pekerjaannya tanpa ada tanggung jawab sebagi seorang pengajar.

Apa yang salah dengan mahasiswa Indonesia zaman sekarang? Apa yang di perlombakan dalam kehidupan mereka ketika menjadi seorang mahasiswa? Berlomba mendapatkan IP tinggi atau berlomba memakai barang yang bermerk?, barang bermerk sepertinya sudah menjadi barang wajib yang harus dimiliki oleh sebagian mahsiswa zaman sekarang.

Mulai sekarang marilah para Mahasiswa/I kita belajar bersama menjadi mahasiswa yang sesungguhnya, menjadi mahasiswa yang dapat mengubah bangsa ini menjadi bangsa yang lebih maju, mari kita ubah bangsa miskin ini menjadi bangsa yang kaya, kita punya harapan dan kesempatan untuk merubah negeri ini menjadi negeri yang lebih baik.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Oktober 2011 in Tulisanku

 

Tag: , , , , , , , ,

Pantai watu lawang

PANTAI WATU LAWANG

 

Jum’at 16 September 2011 pulang kuliah hari itu sangat panas, matahari tepat berada di atas kepala saya menunjukan kegagahan dan kekuatan yang ia miliki, hari itu rencana saya ingin berkemah di salah satu pantai yang ada di daerah gunung kidul bersama teman baru seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada, sempat terlintas dalam pikiranku untuk menggagalkan rencana berkemah karena cuaca panas membuatku enggan meninggalkan kosan, namun ke enggananku untuk meninggalkan kosan aku buang jauh-jauh dan aku selipkan rasa penasaran dan bayangn indah pantai yang akan saya lihat nanti, dan akhirnya saya memutuskan untuk pergi berkemah, berawal dari berbagi cerita tentang kehiduapn pribadi, akhirnya ada suatu topic pembicaraan yang menarik minat saya, yaitu tentang petualangan berkemah di pesisir pantai, kebetulan sekali semenjak kecil hingga lulus SMA saya sama sekali belum pernah merasakan yang namanya berkemah seperti apa, berwal dari rasa penasaran akhirnya saya memberanikan diri untuk mengajak teman saya agar kapan-kapan kita kemah bersama di pinggir pantai yang masih alami dan belum terjamaah oleh proyek bisnis, akhirnya setelah obrolan panjang kami memutuskan untuk berkemah pada hari Jum’at 16 September 2011.

Perjalanan waktu itu sangat melelahkan kami berangkat dari Yogyakarta jalan kaliurang Km 10,9 jam 16.00 dengan mengendarai sepeda motor dengan tas ransel yang sangat penuh, kami menyusuri jalanan demi jalanan untuk mencapai pantai yang di tuju, semngat menggebu ada pada hati saya, rasa penasaran bagaimana rasanya berkemah di pinggir pantai dengan ditemani riuh suara ombak yang menggelegar serta terpaan angin pantai yang menyapu kulit dengan lembut serta melihat indahnya sunset sudah terbayang jelas dalam lamunanku, namun lamunan indahku harus sedikit terhapus karena saat itu kami tidak memungkinkan untuk melihat sunset karena jarak yang harus kami tempuh untuk mencapai pantai masih sangat jauh, akhirnya niat dan khayalan yang ada pada pikiran saya, saya buang jauh-jauh meskipun dengan perasaan kecewa, karena kecewa saya putuskan untuk berdiam diri selama perjalanan, waktu sudah menunjukan pukul 18,00 namun kami belum juga sampai, perasaan tak sabar jengkel dan lelah berkecamuk dalam diri saya, namun aku memilih untuk bersabar dan berpikiran positif bahwa perjalan jauh dan melelahkan ini akan segera terbayar dengan hamparan pasir putih dan deburan ombak yang sangat indah di depan sana, semilir angin dan bau amis khas laut mulai terasa oleh indra penciumanku, aku bersorak dalam hati akhirnya sampai juga dipantai, aku tak sabar untuk turun dari motor dan segera beristirahat, kulihat beberapa papan nama pantai di pinggir jalan menunjukan arah pantai namun dari sekian banyak papan petunjuk jalan ke pantai kami lewati begitu saja aku sudah tak sabar seberapa jauh kah dan seberapa terpencilakh pantai itu, akhirnya kamipun mulai memasuki daerah yang agak sepi jalan yang kami lewati sudah tidak bagus lagi suara debur ombak yang sudah mulai terdengar dan bau amis yang semakin tajam, akhirnya sepeda motor berhenti kamipun bersiap untuk turun kepantai dan mencari lokasi untuk mendirikan tenda, tangan kiriku sibuk memegang kamera LSR tangan kananku sibuk memegang batrey untuk menrangi jalanku, aku turun melewati batu demi batu dan akhirnya kakiku menyentuh sesuatu yang lembut dan tidak salah lagi itu pasti pasir pantai, kususuri pantai dengan temanku didin, dia sibuk memberitahukan keadaan disekitar pantai dan aku hanya bias mengangguk dan tersenyum dengan sekali-kali meringis karena suara deburan ombak yang begitu menyeramkan, setelah berjalan kurang lebih100m akhirnya kami putuskan untuk mendirikan tenda, akh ini memang perjalan yang sangat menyenagkan akhirnya aku tahu juga bagaimana caranya mendirikan sebuah tenda luar biasa kataku memuji diri sendiri, setelah mendirikan tenda kami membereskan tenda agar bias kami pakai untuk tidur, sebenrnya kata-kata kami kurang tepat karena didin lah yang lebih banyak melakukan pekerjaan, setelah mendirikan tenda saat itu didin mengingatkanku untuk sholat, entah sholat maghrib atau isya karena saat itu aku tak tahu jam berapa, aku bersama didin berjalan menuju pantai mencari tempat untuk berwudhu, aku sempat takut berjalan ke pantai karena suara ombak yang begitu menggelegar membuat bulu romaku berdiri.

Setelah berwudhu aku kembali menuju tenda, aku paparkan sebuah tempat tas entah apa itu namanya untuk aku jadikan alas sholatku, selesai sholat aku berdoa agar kami di selamatkan hingga esok pagi sembari tak henti-hentinya aku ucapkan rasa kagumku atas kebesaran tuhan, aku menagis dalam doaku sungguh ini adalah pengalaman yang tak akan pernah aku lupakan seumur hidupku subhanallah. Kami menyalakan api untuk memasak air karena cuaca cukup dingin jadi kami putuskan untuk mebuat kopi, dalam hati aku merasa tidak enak karena aku tidak melakukan apa-apa semuanya didin yang melakukan, mulai dari memberesakan tenda, menyalakan api dan memasak air samapi membuat kentang sarden, argh bodohnya kau memaki diriku sendiri dalam hati, suasana hening itu di sebabkan karena ku yang selalu diam dan tak tahu harus berbicara tentang apa, dalam hati aku kembali memaki diriku sendiri argh bodohnya kau dim memulai pembicaraan saja tidak bias kataku dalam hati, aku berpikir dalam hati pasti setelah ini didin tak akan pernah mau pergi berpetualang bersamaku lage karena aku yang tak bias melakukan apa-apa dan pribadiku yang kurang menyenangkan.

Esok paginya sekitar  jam 06.00 aku bangun, aku buka resleting tenda dan menengok keluar, akh akhirnya hari sudah pagi juga terpaan angin laut begitu terasa menusuk kedalam tulangku, kabut putih menyelimuti udara pagi waktu itu dan menghalangi jarak pandangku hingga aku tak mampu menikmati keindahan pantai saat itu, mataku menuju kearah kawanku didin yang sedang berjalan dengan seorang wanita setengah baya sembarai membawa penyu yang sangat besar, rasa penasaranku terhadap penyu itu terkalahkan oleh rasa kantuk yang menderaku, akhirnya aku tutup kembai resleting tenda, ku kerubungi diriku dengan sarung dan kulanjutkan tidur hingga jam 8 pagi, jam 8 page begitu aku keluar dari tenda kabut page sudah mulai menghilang aku berjalan menyusuri pantay dengan sempoyongan kususuri pantai kea rah utara menikmati keindahan alam yang begitu luar biasa sesekali kupandangi ombak yang menggulung tinggi dengan suaranya yang menggelegar.

Aku berjalan kembali menuju tenda menghampiri didin yang akan menyeduh segelas minuman yang aku piker itu adalah jahe, sembari iseng-iseng kupegangi kamera LSR-nya yah karena aku suka dengan Fotografi, hanya saja aku belum mempunyai cukup uang untuk menekuni hobyku, aku belajar kembali bagaimana caranya menggunakan kamera LSR dengan bekal sedikit ingatan saat pertama kali temanku mengajariku foto di UGM, aku mencoba memfoto sebuah gabus dengan berfokus pada objeknya dan hasilnya seperti ini   Kemudian aku berjalan menyusuri pantai sembari membawa kamera LSR milik temanku dengan gaya seperti fotographi handal, aku lihat seorang pencari rumput laut berjalan membawa sesuatu seperti karung aku arahkan kameraku ke arahnya aku jepret dia dengan perasaan kagum, lalu pak tua itu tersenyum dan berbicara padaku dalam bahasa jawa yang intinya dia mengatakan “ wah mas saya kok di foto, org seperti saya jelek kalau di foto” kurang lebih seperti itu, miris aku melihat para pengumpul rumput laut di pantai watu lawang mereka bekerja pagi-pagi hanya untuk mencari rumput laut yang di jual sangat murah ini berbanding terbalik dengan kerja keras yang mereka lakukan, namun aku berpikir inilah hidup butuh perjuangan dan cobaan , kemudiaan aku berjalan menghamppiri temanku yang sedang berbicara dengan wanita setengah baya yang juga bekerja untuk menghidupi keluarganya  dari mencari rumput laut untuk di jual, dan yang membuatku lebih kaget jarak rumah ibu itu dengan pantai sekitar 5km subhanallah begitu besar perjuangan ibu ini hanya untuk mendapatkan uang yang tak begitu besar aku berpikir dalam hati ini memang jaman edan kapitalisme sudah tumbuh subur di negeri ini gerutuku dalam hati, sungguh terlihat perbedaan antara penduduk kota dengan penduduk desa.

Ketika hari mulai siang dan  menunjukan sekitar jam 9 page aku putuskan untuk bermain-main air sebentar di pantai dengan temanku, pantai watu lawang sepi sekali ketika hari menjelang siang ini dikarenakan belum banyak orang yang mengetahui keberadaan pantai ini, hari itu para pencari rumput laut sudah tidak ada, hanya ada aku dan temanku yang ada di pantai aku duduk di atas karang menunggu datangnya terpaan ombak yang menghantam tubuhku, pantai itu memang masih sangat alami dan mungkin kaya akan sumber daya alamnya, disana banyak ubur-ubur kecil maupun besar yang terdampar di pantai karena terbawa arus ombak yang cukup besar, oh tuhan sungguh indah ciptaanmu ini pujiku dalam hati, matahri semakin tinggi panas mulai menyengat dan membakar kulitku namun hembusan angin laut tetap membuatku dingin meskipun sengatan matahari begitu terasa dikulitku, akhirnya kami putuskan untuk pulang meninggalkan pantai yang indah ini, aku berharap suatu saat nanti aku akan mengunjungi pantai penuh kenangan ini, dan aku harap tidak hanya di pantai ini saja aku bertualang menikmati keindahan alam, terimakasih buat teman baruku didin yang telah memberikan warna demi warna dalam setiap coretan cerita hidupku, aku berharap kita bias mengunjungi pantai-pantai lainnya dan aku harap kau tak menyesal pergi berkemah dengan org sepertiku yang tak banyak membantumu dan hanya membuatmu repot.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 27 September 2011 in Tulisanku

 

Tag: , , , , , , , ,