RSS

Who Am I? 4

12 Nov

Sudah ada beberapa tulisan yang sudah aku tulis sebelumnya mengenai siapa aku? Namun tetap aku tak kunjung menemukan siapakah sebenarnya aku ini, hari demi hari terus berlalu semenjak sang mentor menyuruhku untuk mencari tahu siapa sebenarnya aku. Pertanyaan yang begitu amat sederhana ini banyak membuat orang sulit untuk menjawabnya, tidak cukup waktu satu atau dua jam bahkan belasan tahun untuk menjawab tentang siapa aku. Perjalanan hidup selama kurang lebih dua puluh tahun menuntunku pada satu titik kecil mengenai siapakah aku sebenarnya.

            Aku percaya bahwa tuhan setiap menciptakan umatnya di muka bumi ini bukan tanpa alasan dan bukan juga tanpa tujuan, aku hanya yakin bahwa tuhan telah menciptakan aku untuk misi yang besar, untuk merubah dunia ini.

            Berpikir untuk menjawab siapa aku membuatku teringat saat berada di sekolah dasar dulu, selama enam tahun  aku dan teman-temanku dijajah, ditindas, dan dirampas hak-hak kami, aku sering merasa kecewa bahkan tak jarang aku mencaci dan memaki orang yang telah merampas kebahagiaanku saat itu dalam hati, tak ada perlawanan dariku bahkan dari teman-temanku untuk menghentikan perlakuan dia yang telah merampas uang recehan kami yang amat berharga untuk kami pada masanya, tak ada keberanian waktu itu untuk melawan penindasan dia pada kami, perintah untuk mengumpulkan uang, perintah untuk menuliskan catatan dikelas, perintah untuk mengambil ini dan itu aku kerjakan dengan pasrah karena tak ada pilihan lain, membantah sama saja dengan menyatakan perang dan memisahkan diri secara sadar dari lingkungan sekolah.

            Penindasan berakhir bersamaan dengan pengumuman kelulusan saat kelas 6 SD dulu, rasa bahagia yang mungkin tak kalah bahagianya pada saat dulu bung karno membacakan naskah proklamasi yang menandakan bahwa bangsa ini telah merdeka dari penjajahan, kebahagiaan hanya datang sebentar bagiku, saat masuk sekolah menengah pertama ujian untukku datang kembali namun kali ini dikemas dalam kemasan yang berbeda, seperti halnya negara yang baru saja menyatakan kemerdekaannya pasti banyak halangan dan masalah yang akan dihadapi untuk menuju suatu kemerdekaan yang hakiki begitpun dengan kehidupan.

            Aku masuk sekolah SMP yang bisa dibilang salah satu sekolah menengah pertama favorite di daerahku, banyak harapan yang aku gantungkan disana salah satunya mendapatkan teman yang jauh lebih baik dari pada disekolah dasar dulu, teman di smp tentu tak seperti teman di SD yang menindas secara fisik, namun  mereka menindas dengan cara-cara yang lebih halus yang sebenarnya lebih kejam daripada penindasan fisik, penindasan itu berupa tindakan diskriminasi karena aku bukan orang yang pintar, untuk  mencari sebuah kelompokpun terasa amat sangat sulit, ejekan karena aku berbadan besarpun tak terlewatkan untuk melengkapi warna dalam kehidupanku, tindakan diskriminasi yang aku terima tak pernah bisa aku lupakan sampai sekarang ini, perasaan sedih dan menyesal kenapa dulu aku tak bisa menjadi orang yang pandai terus menyelimutiku.

            Perasaan tertekan akhirnya menimbulkan pemberontakan dalam diri, aku jadikan pengalaman manis di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama sebagai motivasi untuk merubah keadaanku menjadi lebih baik, titik balik itu aku temukan saat aku sekolah di SMK Farmasi, aku belajar dengan sungguh-sungguh siank dan malam penuh dengan semangat hanya untuk merubah keadaanku, akhirnya perjuangan itu berbuah manis aku berhasil menembus rangking tiga besar pada saat kelas satu smk.

            Aku terlahir dari keluarga kecil di sebuah desa yang terletak di provinsi jawabarat, aku mempunyai dua orang kaka, keduanya tak melanjutkan pendidikan diperguruan tinggi karena memang meraka tak mau dan tak pernah memintanya begitupun dengan orang tuaku tak pernah menyuruh mereka untuk melanjutkan kuliah, padahal dimataku mereka adalah kakak-kakaku yang memilik otak yang cerdas, namun keinginan mereka untuk segera mencari uang lebih besar disbanding keinginan untuk melanjutkan sekolah.

            Tak ada yang bisa orangtua aku banggakan ketika orang-orang dengan bangganya menceritakan  tentang anak-anaknya yang sedang kuliah di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta favorite, itulah yang menjadikan salah satu alasan terbesarku untuk melanjutkan sekolah setinggi-tingginya agar orangtuaku bisa sedikit mempunyai cerita tentang anaknya yang sedang duduk di bangku kuliah.

            Kuliah mengajariku banyak hal, kuliah membuka banyak jendela yang masih tertutup sebelumnya, kuliahpun menuntunku pada pintu-pintu tersembunyi yang tak pernah aku lihat sebelumnya, pintu yang akan membawaku melihat dunia yang jauh lebih luas, jauh lebih beragam dan jauh lebih indah. Kuliah dan menjadi seorang mahasiswa bukan hanya duduk di dalam kelas dan mendengarkan dosen saat memberikan materi, namun kuliah dan menjadi seorang mahasiswa bagiku adalah sebuah amanah untuk mengubah bangsa dan dunia ini menjadi lebih baik. Berorganisasi dan membentuk sebuah komunitas diskusi mengenalkanku pada berbagai macam orang, orang-orang yang penuh dengan motivasi, orang orang yang mempunyai visi dan misi yang luar biasa untuk hidupnya, orang yang mempunyai karya untuk merubah bangsanya dan orang-orang yang perduli pada lingkungan disekitarnya.

            Membaca adalah salah satu hal yang paling aku suka saat ini, karena dengan membaca banyak pengetahuan yang aku dapatkan, dengan membaca aku lebih banyak  dihargai orang, dengan membaca aku bisa diterima dilingkunganku. Saat ini aku ingin menjadikan menulis sebagai salah satu bagian dari hobiku, karena menulis adalah salah satu cara agar aku bisa berkarya dan aku bisa bermanfaat bagi banyak orang.

            Permasalahan yang aku temui dalam kehidupan sehari-hari, permasalahn yang ada dilingkunganku, masalah yang sedang menimpa bangsa ini hingga krisis yang menimpa dunia ini membuat hatiku tergerak, membuat aku tersentuh dan membuat aku berkeinginan untuk menjadikan dunia ini menjadi lebih baik lagi. Semua permasalahan itu membuat aku tersadar dan menemukan jawaban tentang apa tujuan tuhan menciptakanku, yang akan membwaku kepada jawaban tentang  siapakah aku sebenarnya. Aku ingin berguna bagi bangsa dan dunia ini, aku ingin membawa dunia ini pada puncak peradaban dimana semua orang dapat hidup nyaman dan mendapatkan sesuatu sesuai dengan haknya. Dan keinginan terbesarku adalahAku ingin menjadi seorang ekonom hebat. Mungkin banyak orang yang mengatakan bahwa keinginan, cita-cita atau mimpiku ini terlalu tinggi dan sulit untuk diraih, namun bagiku itulah sebuah mimpi, mimpi adalah hal yang perlu diperjuangkan mimpi itu tidak perlu realistis karena jika mimpi harus realistis maka tidak ada artinya bermimpi.

            Aku ingin menjadi seperti matahari yang setiap kehadirannya selalu di tunggu, dan setiap kali kedatangannya selalu membawa harapan dan perubahan bagi banyak orang dan lingkunganku, aku adalah orang yang akan terus belajar, aku adalah matahari dan matahari adalah aku.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 November 2012 in Tulisanku

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: