RSS

Ujian Nasional Menghilangkan Kejujuran

12 Nov

              Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa agaknya nama itu kurang pas untuk mendeskripsikan guru saat ini, kebanyakan guru saat ini bukanlah guru yang sebenarnya bukan lagi guru yang bisa mendidik siswanya, bukan lagi guru yang bisa dijadikan sebagai role model, namun yang ada adalah guru yang tak lagi mengenal jati diri profesinya, guru bukanlah seorang tenaga pengajar, profesi guru amatlah mulia karena mereka adalah tenaga pendidik.

Saya bingung ketika harus berterimaksih atau harus menyalahkan guru, bukannya saya tak menghargai dan tak berterimakasih kepada guru-guru saya yang telah mengajarkan saya banyak hal. Dari sekolah dasar hingga sekolah menengah kejuruan, semua guru saya selalu memberikan ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat bagi saya hingga saat ini, juga seringkali memberikan nasihat kepada kami para siswanya. Lalu apakah yang membuat saya bingung? Hal yang membuat saya bingung adalah inkonsistensi ucapan dan tindakan mereka saat mengajar dikelas, guru seringkali memberikan nasihat yang baik seperti harus berbakti kepada orang tua, dilarang mencontek, harus bersikap jujur dan lain sebagainya. Beberapa guru saya adalah orang yang sangat tegas dan mengutamakan kejujuran ketika ulangan harian ataupun UTS dan UAS namun semua prinsip, ucapan dan tindakan guru yang selama ini mereka berikan dan contohkan kepada kami luntur ketika kita semua dihadapkan pada suatu kenyataan yaitu Ujian Nasional (UN).

Ketika Ujian Nasional akan dilaksanakan beberapa bulan sebelumnya kami dipersiapkan dengan beberapa latihan soal, kelas tambahan dan lain sebagainya, namun saat mendekati pelaksanaan ujian nasional seminggu bahkan satu hari sebelum ujian dilaksanakan  guru dan murid berkompromi dan bekerjasama menyusun startegi agar ujian nasional bisa berjalan dengan lancar dan kami para siswa bisa lulus semuanya. Pengawas ujian pun seolah mengerti bagaimana kami ketakutan menghadapi ujian nasional sehingga mereka berdiam diri dan berpura-pura tidak melihat ketika kami saling mencontek di dalam kelas. Malam hari sebelum ujian atau pagi hari sebelum ujian dilaksanakan bahkan ketika ujian sedang berlangsung kami mendapatkan bocoran jawaban ujian nasional yang diberikan dari pihak sekolah kami, sekolah lain, bahkan lembaga bimbingan belajar sekalipun membantu memberikan kunci jawban ujian.

Dimanakah prinsip dan ucapan yang selama ini mereka pegang teguh, prinsip mereka hilang saat dihadapkan pada ujian nasional, saya mengerti atas tindakan yang kebanyakan guru saya lakukan, mereka melakukan semua itu agar semua siswanya bisa lulus ujian nasional bahkan mungkin jika saya tidak mendapatkan kunci jawaban dari sekolah atau teman atau lembaga bimbingan belajar, mungkin  saya tidak akan lulus ujian nasional. Dan kecurangan itu berlangsung dari sekolah dasar hingga sekolah menengah kejuruan.

Ujian Nasional yang selama ini dibanggakan dan dipercayai oleh pemerintah dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia justru membuat prinsip-prinsip kejujuran yang selama ini dipegang teguh oleh guru dan siswa hilang karena sebuah ketakutan bahwa kami takut tidak akan lulus. Masih pantaskah ujian nasional diterapkan di Indonesia ketika pada kenyataannya sistem yang selama ini dipakai justru membuat negeri ini semakin bobrok. Kami kehilangan jati diri, kami kehilangan panutan, dan kami kehilangan kejujuran. Sosok guru yang selama ini kami jadikan panutan tidak lagi bisa kami jadikan sebagai role model bagi kehidupan kami. Ketika melihat kejadian dimana  guru yang selama ini saya jadikan panutan bersikap tidak selayaknya sebagai seorang tenaga pendidik, saya jadi berpikir bahwa apakah kejujuran bisa tidak diterapkan ketika kita berada dalam situasi yang kita hanya bisa selamat dengan bertindak tidak jujur?.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 November 2012 in Tulisanku

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: