RSS

Melahirkan Guru Berkarakter dan Bermoral

12 Nov

                Guru adalah orang yang paling menentukan dalam menciptakan kualitas pendidikan yang baik. Indonesia masih banyak kekurangan jumlah guru yang berkualitas menurut data dari website Indonesia berkibar masih ada sekitar 54% guru yang tidak memiliki kualifikasi yang cukup untuk mengajar sehingga menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia tak kunjung membaik. Untuk menciptakan banyak guru yang berkualitas tentunya berawal dari proses pembentukan guru. Data yang diperoleh dari The Jakarta Post tertanggal 03/Maret/2011 bahwa Rangking Education Development Index (EDI) Indonesia turun dari peringkat 65 pada tahun 2010 menjadi peringkat 69 pada tahun 2011.

                Saat ini sedikit sekali guru yang bisa dikatakan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, kebanyakan guru saat ini cenderung bekerja hanya berorientasi pada pendapatan, sehingga kebanyakan guru tidak mempunyai nilai moral yang tinggi serta lupa akan tugas mereka sebagai pendidik, hal ini bisa dilihat dari beberapa kasus yang terjadi dimana guru dan kepala sekolah terlibat dalam kasus korupsi dana sekolah,  contoh lain ketika ujian nasional berlangsung dimana guru bersama siswa bekerja sama untuk berbuat curang. Untuk itu perlu adanya perhatian lebih pemerintah terhadap kesejahteraan guru serta perbaikan dalam sistem pendidikan guru di Indonesia. Ada beberapa tahapan cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas guru diantaranya yaitu dengan merekrut calon guru yang berkualitas, memberikan pendidikan karakter kepada calon guru (mahasiswa) dan yang sudah menjadi guru, serta adanya masa rolling teaching bagi para calon guru yang akan menjadi guru.

                Pertama yaitu merekrut calon guru yang berkualitas dengan cara mengubah test seleksi masuk perguruan tinggi untuk jurusan yang nantinya berprofesi sebagai tenaga pengajar atau tenaga pendidik, test bisa dilakukan dengan beberapa tahap, pertama yaitu calon mahasiswa yang mendaftar diwajibkan membuat sebuah tulisan yang berisikan alasan kenapa calon mahasiswa tersebut memilih jurusan itu serta apa saja yang akan calon mahasiswa lakukan ketika sudah menjadi guru atau tenaga pengajar, kemudian calon mahasiswa yang lolos test tahap pertama akan mengikuti test tahap ke dua yaitu test tulis berisi soal-soal dasar serta soal TPA, ini bertujuan untuk menjaring mahasiswa yang berkualitas serta memiliki kepribadian yang baik. Tahap selanjutnya yaitu calon mahasiswa yang telah lolos seleksi tahap kedua di panggil untuk melakukan test wawancara yang dilakukan oleh perguruan tinggi terkait untuk mengetahui potensi calon mahasiswa. Seleksi ini memang membutuhkan waktu dan proses yang lebih panjang namun saya yakin bahwa dengan cara ini mahasiswa yang diterima adalah mahasiswa terbaik yang nantinya akan menjadi guru yang berkarakter serta berkualitas tinggi.

                Tahap yang kedua yaitu memberikan pendidikan pembentukan karakter kepada mahasiswa yang telah lolos seleksi, materinya bisa berisi tentang mengenal diri sendiri, manajemen waktu, menetapkan target, bersikap proaktif, menghargai perbedaan, tenggang rasa dan lain sebagainya. Hal ini sangat penting sekali untuk membentuk karakter dan kepribadian calon tenaga pendidik atau guru sehingga nantinya bisa menjadi contoh teladan bagi para anak didiknya. Guru selain menjadi orang yang memberikan atau menularkan ilmu juga harus menjadi orang yang mampu mendidik siswanya agar melahirkan siswa dengan pengetahuan luas serta berakhlak mulia dengan begitu masalah contek masal, tawuran dan lain sebagainya bisa teratasi.

                Tahap yang terkahir yaitu mahasiswa yang telah lulus dan mendapat gelar sebagai sarjana pendidikan ataupun orang yang ingin berkarier sebagai tenaga pengajar diwajibkan untuk mengajar dibeberapa tempat yaitu daerah terpencil dan daerah perkotaan dengan menggunakan sistem rolling selama satu atau dua tahun. Hal ini bisa dilakukan untuk membuka wawasan calon guru  juga bertujuan agar calon guru tersebut mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang luas mengenai perbedaan kualitas pendidikan anatara daerah dan perkotaan. Dengan sistem rolling selama satu atau dua tahun diharapkan calon guru mampu memberikan pendidikan yang berkualitas dan memberikan pandangan mengenai kondisi pendidikan baik dari segi kualitas, tenaga pengajar, maupun infrastruktur kepada pemerintah sehingga nantinya proses evaluasi untuk memperbaiki kualitas dan sistem pendidikan terus berjalan.

                Dengan adanya seleksi yang ketat serta pembelajaran karakter disamping pelajaran kuliah kepada calon guru juga adanya rolling teaching ini akan mampu mengatasi krisis moral yang terjadi di dunia pendidikan saat ini, dengan memperbaiki kualitas guru maka nantinya guru tersebut dapat menghasilakan siswa yang cerdas serta memiliki moral yang baik. Karena bagaimanapun juga guru adalah salah satu orang penting dalam menentukan karakter bangsa dengan cara mendidik dan menciptakan generasi muda di Indonesia.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 November 2012 in Tulisanku

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: