RSS

Meng-EKSIS-kan Kembali Pasar Tradisional

21 Sep

         Data Bank Dunia menye­but­kan, jumlah kelas mene­ngah Indonesia mening­kat dari 81 juta jiwa (37,7 persen) pa­da tahun 2003 menjadi 131 juta jiwa pada 2010 (56,5 per­sen) dan sekarang mencapai 134 juta jiwa. Jumlah kelas menengah di Indonesia bertambah 8-9 juta orang pertahun hal ini menyebabkan meningkatnya kualitas hidup masyarakat Indonesia yang berdampak pula pada keinginan untuk mendapatkan pelayanan ataupun mengkonsumsi barang yang lebih baik.

Bertambahnya jumlah kelas menengah di Indonesia berdampak pula pada eksistensi pasar tradisional, kini pasar tradisional mulai tergerus dengan munculnya berbagai toko, minimarket, supermarket, hypermarket bahkan mall yang dapat mengangkat prestise proses jual beli. Masyarakat kelas menengah yang jumlahnya kira-kira setengah dari penduduk Indonesia lebih memilih berbelanja di swalayan dibandingkan dengan pasar tradisional dengan alasan kenyamanan.

Keuntungan berbelanja di pasar tradisional adalah kita bisa melakukan aksi tawar menawar dengan penjual sehingga jika kita pintar menawar maka bisa mendapatkan harga yang sangat murah dibandingkan dengan harga barang yang dijual dipasar modern terutama sayuran, buah-buahan, dan bumbu dapur, selain itu barang yang dijual dipasar tradisional lebih beragam macamnya disbanding dengan yang ada dipasar modern. Namun kondisi pasar tradisional yang kumuh, becek, bau, serta kondisi sayuran, buah-buahan terkadang sudah tidak segar lagi, ditambah kondisi pedagang yang terkadang kurang ramah dan penampilannya yang kurang rapi membuat banyak orang lebih memilih berbelanja di pasar modern, selain itu kondisi tempat parkir yang kurang aman dan luas dibandingkan dengan pasar modern, serta jarak antar pedagang terlalu berdekatan sehingga ruang untuk berjalan dipasar tradisional sangat terbatas, ruang berjalan yang sempit ini sering digunakan oleh orang jahat untuk mencopet sehingga keamanan di pasar tradisonal lebih rendah dibandingkan dengan pasar modern.

Selain itu kecurangan yang terjadi dipasar tradisonal lebih besar kemungkinannya dibandingkan dengan pasar modern, misal daging sapi diganti dengan daging sapi glonggongan, bakso sapi diganti dengan bakso tikus sampai tahu yang berformalin bisa ditemui dipasar tradisional, inilah serentetan masalah yang harus segera dibenahi agar pasar tadisional tidak semakin ditinggalkan oleh konsumen.

Ada beberapa solusi yang bisa dilakukan baik oleh pemerintah maupun para pengelola pasar. Pertama solusi yang bisa di lakukan oleh pemerintah yaitu merevitalisasi pasar tradisional. Membangun pasar tradisional yang baru yang lebih bersih, lebih luas dan lebih nyaman, dengan tata ruang yang baik, selain itu perlu adanya tempat parkir yang lebih luas dan aman sehingga konsumen bisa berbelanja dengan aman dan nyaman. Selain itu perlu adanya penyuluhan kepada para pedagang di pasar tradisional untuk meningkatkan kualitas barang yang dijualnya agar bisa bersaing dengan pasar modern, dan juga masalah kecurangan dalam segi kualitas dan kuantitas bisa dikurangi. Solusi yang bisa dilakukan oleh pengelola pasar yaitu meningkatkan keamanan di pasar tradisional dengan menambah petugas keamanan, memperketat keamanan di tempat parker dengan cara menggunakan system yang sama dengan pasar modern.

Dengan adanya peningkatan baik dalam segi pelayanan, produk dan infrastruktur maka ini akan meningkatkan keinginan masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional, sehingga pasar tradisional tetap bisa bersaing dengan pasar modern yang kini mulai menjamur dimana-mana.

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 September 2012 in Tulisanku

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: