RSS

Arsip Bulanan: September 2012

Guruku dan Nasihatnya

            Guru bagiku bukanlah hanya sekedar orang yang mengajari cara membaca, menulis, berhitung dan lain sebagaianya, guru bagiku adalah sebuah kompas, karena ditangan seorang gurulah putra putri terbaik bangsa di didik agar menjadi generasi yang dapat membawa Indonesia kearah yang lebih baik lagi, tak hanya untuk Indonesia namun membawa perubahan untuk dunia.

            Aku akan bercerita mengenai sosok seorang guru yang memberikan nasihat kepada anak didiknya, disaat pembagian raport kelulusan saat SMP dulu yang merubah nasib seorang bocah laki-laki bodoh dan pemalas menjadi laki-laki yang penuh ambisi untuk menjadi yang terbaik.

            Ada seorang anak laki-laki gemuk yang sangat senang karena bisa diterima di salah satu sekolah terfavorite di daerahnya, dia sangat bersemangat untuk belajar disekolah tersebut namun kebahagiaan dan semangatnya tidak berlangsung lama. Kehidupan di sekolah tidak seperti apa yang dia bayangkan sebelumnya, dia tidak mempunyai banyak teman karena dia bukanlah seorang yang pandai, perawakannya yang gemuk membuat dia tidak percaya diri. Hal yang paling dia benci adalah kehidupan di lingkungan sekolahnya, dia sering sekali kesuliatan untuk mencari teman kelompok ketika sang guru menyuruhnya membentuk sebuah kelompok, dia selalu mendapatkan kelompok terkahir bersama teman-teman yang kurang pandai lainnya, hal seperti ini selalu dihadapinya dengan sabar dari kelas satu hingga lulus sekolah. Namun karena perkataan dan nasihat terakhir wali kelasnya saat membagikan raport bisa merubah dia menjadi anak yang rajin dan pandai.

            Sebelum pembagian raport kelulusan seorang guru bernama ibu Titin memberikan nasihat terakhir kepada murid-muridnya nasihatnya sangat sederhana ibu titin mengatakan “ibu sebelumnya mengucapkan selamat kepada kalian semua karena kalian telah lulus dengan baik dari sekolah ini kalian tahu sekolah ini adalah salah satu sekolah terbaik, setelah kalian lulus dan melangkah keluar dari sekolah ini kalian menanggung nama baik almamater, ibu harap kalian bisa menjaga nama baik alamamter tercinta ini, satu yang ibu pesan diamanapun kalian melanjutkan sekolah jadilah kalian anak yang berprestasi, menjadi siswa berprestasi sangatlah mudah salah satu caranya yaitu kalian jangan pernah malu untuk bertanya kepada guru ketika ada materi yang kurang jelas, rajin belajar dan selalu berdoa kepada tuhan agar jalan kalian selalu dimudahkan olehnya, jangan mau menjadi orang bodoh jangan mau menjadi siswa yang terpinggirkan, karena ibu yakin kalian dilahirkan untuk menjadi orang yang hebat”.

            Nasihat dari gurunya selalu dia ingat kemanapun dia pergi, kini dia percaya bahwa dirinya dilahirkan untuk menjadi orang yang hebat. Bocah gemuk itu melanjutkan sekolahnya ke salah satu sekolah kesehatan swasta di cirebon, disekolahnya yang baru dia menjadi siswa yang aktif didalam kelas, ketika ada pelajaran yang kurang jelas dia tak segan  untuk mengajukan pertanyaan kepada gurunya, setiap hari sehabis pulang sekolah dia selalu mengulang pelajaran, dimalam harinya ia mengerjakan tugas dengan sangat bersemangat. Kerja kerasnya membuahkan hasil yang sangat mengembirakan bocah gemuk itu menjadi tiga terbaik dikelasnya, nasihat dari gurunya tidak pernah dia lupakan, kata-kata motivasi yang didapatnya dulu kini merubah kehidupannya dari seorang bocah bodoh menjadi bocah yang berprestasi.

            Bocah gemuk itu adalah aku kehidupanku kini berubah 180 derajat, kini tidak adalagi penolakan ataupun kesulitan saat membentuk sebuah kelompok akupun mempunyai banyak teman disekitarku, terimakasih ibu titin yang telah memberikan motivasi kepadaku, aku percaya bahwa kata-katamu telah membuat banyak muridmu percaya bahwa mereka dilahirkan untuk menjadi orang yang hebat, guru yang selalu memberikan dukungan dan motivasi sepertimulah yang dibutuhkan negeri ini untuk mencetak generasi hebat yang akan mengubah bangsa Indonesia dan dunia menjadi lebih baik.

 

 

 

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 23 September 2012 in Tulisanku

 

Meng-EKSIS-kan Kembali Pasar Tradisional

         Data Bank Dunia menye­but­kan, jumlah kelas mene­ngah Indonesia mening­kat dari 81 juta jiwa (37,7 persen) pa­da tahun 2003 menjadi 131 juta jiwa pada 2010 (56,5 per­sen) dan sekarang mencapai 134 juta jiwa. Jumlah kelas menengah di Indonesia bertambah 8-9 juta orang pertahun hal ini menyebabkan meningkatnya kualitas hidup masyarakat Indonesia yang berdampak pula pada keinginan untuk mendapatkan pelayanan ataupun mengkonsumsi barang yang lebih baik.

Bertambahnya jumlah kelas menengah di Indonesia berdampak pula pada eksistensi pasar tradisional, kini pasar tradisional mulai tergerus dengan munculnya berbagai toko, minimarket, supermarket, hypermarket bahkan mall yang dapat mengangkat prestise proses jual beli. Masyarakat kelas menengah yang jumlahnya kira-kira setengah dari penduduk Indonesia lebih memilih berbelanja di swalayan dibandingkan dengan pasar tradisional dengan alasan kenyamanan.

Keuntungan berbelanja di pasar tradisional adalah kita bisa melakukan aksi tawar menawar dengan penjual sehingga jika kita pintar menawar maka bisa mendapatkan harga yang sangat murah dibandingkan dengan harga barang yang dijual dipasar modern terutama sayuran, buah-buahan, dan bumbu dapur, selain itu barang yang dijual dipasar tradisional lebih beragam macamnya disbanding dengan yang ada dipasar modern. Namun kondisi pasar tradisional yang kumuh, becek, bau, serta kondisi sayuran, buah-buahan terkadang sudah tidak segar lagi, ditambah kondisi pedagang yang terkadang kurang ramah dan penampilannya yang kurang rapi membuat banyak orang lebih memilih berbelanja di pasar modern, selain itu kondisi tempat parkir yang kurang aman dan luas dibandingkan dengan pasar modern, serta jarak antar pedagang terlalu berdekatan sehingga ruang untuk berjalan dipasar tradisional sangat terbatas, ruang berjalan yang sempit ini sering digunakan oleh orang jahat untuk mencopet sehingga keamanan di pasar tradisonal lebih rendah dibandingkan dengan pasar modern.

Selain itu kecurangan yang terjadi dipasar tradisonal lebih besar kemungkinannya dibandingkan dengan pasar modern, misal daging sapi diganti dengan daging sapi glonggongan, bakso sapi diganti dengan bakso tikus sampai tahu yang berformalin bisa ditemui dipasar tradisional, inilah serentetan masalah yang harus segera dibenahi agar pasar tadisional tidak semakin ditinggalkan oleh konsumen.

Ada beberapa solusi yang bisa dilakukan baik oleh pemerintah maupun para pengelola pasar. Pertama solusi yang bisa di lakukan oleh pemerintah yaitu merevitalisasi pasar tradisional. Membangun pasar tradisional yang baru yang lebih bersih, lebih luas dan lebih nyaman, dengan tata ruang yang baik, selain itu perlu adanya tempat parkir yang lebih luas dan aman sehingga konsumen bisa berbelanja dengan aman dan nyaman. Selain itu perlu adanya penyuluhan kepada para pedagang di pasar tradisional untuk meningkatkan kualitas barang yang dijualnya agar bisa bersaing dengan pasar modern, dan juga masalah kecurangan dalam segi kualitas dan kuantitas bisa dikurangi. Solusi yang bisa dilakukan oleh pengelola pasar yaitu meningkatkan keamanan di pasar tradisional dengan menambah petugas keamanan, memperketat keamanan di tempat parker dengan cara menggunakan system yang sama dengan pasar modern.

Dengan adanya peningkatan baik dalam segi pelayanan, produk dan infrastruktur maka ini akan meningkatkan keinginan masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional, sehingga pasar tradisional tetap bisa bersaing dengan pasar modern yang kini mulai menjamur dimana-mana.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 September 2012 in Tulisanku

 

Rohis bukan sarang pembentukan teroris

            Sedih ketika baca di internet mengenai fitnah yang di tujukan pada kegiatan ekstrakulikuler rohis, air mata mengalir pedih rasanya mau jadi apa negeri ini jika bibit-bibit unggul, anak-anak muda yang baik santun dan rata-rata berprestasi itu kini di hajar fitnah dari media besar seperti metro tv. Saya adalah salah satu anak yang dilarang mengikuti organisasi atau kegiatan-kegiatan keagamaan di luar lingkungan rumah, itu semua bukan karena orangtua saya tidak ingin saya menjadi anak yang sholeh tapi ini semua karena pemberitaan media yang selalu dan selalu memberitakan sesuatu yang buruk mengenai kegiatan dari organisasi-organisasi islam.

            Selama ini saya sangat mengagumi anak-anak yang mengikuti kegiatan rohis ataupun menjadi remaja masjid di kampus-kampus, sikap mereka selalu ramah, mudah tersenyum, baik hati, sholeh dan sholehah, mereka disore hari menularkan ilmunya mengajari anak-anak kecil belajar mengaji, di sela-sela kesibukannya di sekolah atau di kampus mereka luangkan waktu untuk menggalan dana kemanusiaan. Hal yang paling saya kagumi dari anak-anak rohis mereka selalu berkarakter, cerdas dan santun.

            Saya selalu belajar dan minta wejangan dari anak-anak rohis bagaimana caranya menjadi pelajar yang baik yang berkarakter islam tetapi tetap berprestasi. Bagaimana mungkin organisasi yang mendidik untuk menjadi pemuda/i yang unggul dituduh menjadi sarang pembentukan teroris, mau dijadikan apa negeri ini?, ada rohis saja masih banyak anak muda yang jauh dari agama, apalagi jika rohis tiada?. Saya hanya berharap bahwa metro tv dapat meminta maaf dan mengklarifikasi mengenai pemberitaannya yang salah, jangan sampai makin banyak orang tua yang terbawa pemikirannya terhadap organisasi kegamaan di sekolah atau dikampus. Semoga tidak ada orang tua yang terpengarh lagi cara pandangnya mengenai kegiatan rohis ini, cukup saya yang mengalami.AMIN

 

 

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 17 September 2012 in Tulisanku