RSS

Hampa

31 Des

            Engkau hadir saat petama kali aku datang ke kota ini, mengisi hari-hari penuh kehampaan di tempat baru yang jauh dari keluarga, kerabat serta sahabat-sahabaku. Engkau mengisi lembaran catatan kehidupanku dengan berbagai macam warna hingga aku terpesona dan terjebak dalam mengagumi warna yang tergores dalam lembaran catatan kehidupanku. Setiap hari aku berada dalam kecemasan, takut jika suatu saat engkau pergi jauh dariku meninggalkan buku kehidupannku dan enggan mengisinya kembali bersamakau.

            Kini semuanya menjadi nyata, engkau pergi menjauh perlahan-lahan hingga jejak kepergianmu tak kaurasakan, tapi aku disini yang berdiri terdiam mersakan setiap langkah kakimu pergi menjauh dariku,, setiap engkau melangkah kurasakan perih dalam hatiku, airmata menetes di sela-sela kedua mataku menahan rasa perih dan takut akan kehilanganmu. Aku malu pada diriku sendiri karena selalu mengharapkanmu padahal aku tahu bagaimana gambaran kelam jika aku mengharapkanmu.

            Jika suatu saat engkau membaca tulisan ini aku tahu apa yang kau rasakan dan kau pikirkan tentangku, tapi semuanya tak peduli bagiku karena inilah aku, dan semua itu hakmu. Aku seorang lelaki dan tak mungkin ku mengemis-ngemis agar kau kembali seperti dulu, aku tahu aku tak seperti orang-orang yang ada disekitarmu, yang cerdas, berwawasan luas, berjiwa social tinggi dan menyenangkan. Aku hanya seorang pria yang tak mengerti apa-apa bahkan tak mengerti kemana kaki ini harus melangkah, aku yang memiliki pengetahuan yang sangat terbatas, pribadiku yang kurang menyenagkan itu semua seperti pelengkap kehidupanku.

            Tapi aku tahu aku tak seburuk yang aku bayangkan, aku ingin berubah dan aku pasti berubah, kini aku haus akan informasi, agar kelak aku menjadi orang yang cerdas dan berwawasan luas hingga suatu saat engaku mengerti. Tidak ada maksud lain aku menulis ini semua karena ini hanyalah ungkapan hati yang tak dapat aku bendung lagi.

            Aku sudah berusa melupakanmu dengan berbagai cara yang kuyakini bisa untuk melupakanmu, tapi itu semua sepertinya sia-sia sampai sekrang aku tak bisa melupakan bayangmu, akankah kau sudah terlalu dalam masuk ke dalam relung hatiku??? Entahlah aku tak mengerti akan semuanya.

            Namun jika semuanya harus berakhir seperti ini, akan kurelakan dirimu pergi dan mencoba menerimanya, akan kubiarkan engkau terbang jauh kelangit bebas seperti elang. Aku akan tetap berdiri disini melihatmu terbang dilangit bebas.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Desember 2011 in Tulisanku

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: