RSS

Arsip Bulanan: November 2010

ADA CINTA YANG SETIA DIBALIK REALITA

Tidak terasa  satu tahun berlalu  aku menjalin cinta dengannya. Rasanya baru sebentar saja ku lalui hari-hariku bersamanya. Begitu banyak kisah yang ku lalui slama perjalanan cinta ini. Bisa di istilahkan aku sudah makan garam dalam hal percintaan.,Sabar dan tegar adalah kepribadianku.  Cinta yang ku miliki,adalah cinta yang sangat kuat kurasakan.  Namun tidak menutup kemungkinan sering terjadi pertengkaran yang tidak masuk akal bagiku.

 

Ketika aku menikmati hidangan makanan salah satu cafe yang berada di mall Ciputra Seraya Pekanbaru. Ku melihat  dari raut wajah pacarku  terlihat jelas  sekali oleh ku,kalau ia sedang kesal. Dialah Miko pacar ku yang super pencemburuan.Seperti biasa aku sudah ga heran  lagi dengan semua sikap dia  terhadapku. “Sudah selesai makannya…?!,kita pulang sekarang…”Ucapnya dengan ketus  serambi  ia berdiri dari kursi yang berada di depanku lalu pergi meninggalkan tempat . “Tunggu….!” Balasku lalu buru-buru ku minum seteguk air  mineral dan pergi menyusulnya. Ku tak memperdulikan berapa banyak  orang yang  melihat ku bergegas menyusul dia.”Miko…” aku memanggilnya . ia menghentikan langkah cepatnya tepat depan pintu keluar mall menuju parkiran motor.setelah ia  mendengar suaraku yang memanggilnya. “Sayang kamu kenapa?apa yang membuat kamu bersikap begini? “tanyaku pelan saat ku berada didepannya.”Entah…..!” ujarnya lalu menuju parkiran motor tidak jauh dari pintu keluar,danku  mengikutinya dari belakang.setelah dia mengeluarkan motor  tundernya yang berwarna biru dan menyalakan kontak ,ku menghampirinya tepat disamping dia ”Sayang,diluar hujan deras .jangan nekat…nanti kamu bisa sakit…?”ujarku dengan nada pelan.”Sudah  jangan banyak  tanya,cepat naik ke  motor”jawabnya dan melirikku sebentar. Tanpa comentar ku menaiki motornya dan dia pun menjalankan motornya.

 

Di tengah jalan dan basah kuyub ku sangat kedinginan.tanpa jaket dan tanpa jas hujan.ia mengendarai motornya dengan kencang.tubhku seperti es. Ku tak sanggup  menahan dinginnya malam dan hujan yang deras. Tanpa ku bicara ku memeluk nya dan bersandar di belakangnya.beberapa detik kemudian ku sangat  terkejut. tiba-tiba dia melepaskan tanganku yang memeluknya.  Ku hanya bisa terdiam dan meneteskan air mata .

 

Tiba dirumah tepat pukul 21:30 WIB. ”Astaghfirulloh nak,kenapa pulang  hujan-hujanan” ujar mama Miko. Slama ini aku tinggal bersama kedua orang tua Miko. Karna ayahku sudah pensiun dini,dan orang tu ku pindah ke kota Bandar Lampung lebih dulu. Aku masih menyelesaikan sekolah SMA  kelas  XII,semester  dua awal sampai UAN nanti  aku tinggal dengan orang tua Miko.orang tuaku menitipkan aku pada orang tua Miko untuk sementara ,sampai aku tamat SMA.”Cepat  mandi dan salin,nanti kamu bisa sakit Ayu..” ujar mama mengkhawatirkan aku. “iya mama,”jawabku dengan nada pelan dan memasuki pintu belakang.

 

Usai ku mandi dan masuk kekamar  tidak lama kemudian terdengar suara ketukan  pintu di kamarku.”Tok…tok…tok…”.”masuk ….”sapaku sambil ku mnyisirkan rambutku yang lurus dan panjang.”ehem….”suara itu ku dengar dari arah pintu kamar. Ternyata itu Miko,dia membawa secangkir  teh hangat dan meletakkannya di meja kecil samping tempat tidurku.”terimakasih”ujarku dan tersenyum padanya.”Ayu,maafkan aku atas sikapku tadi.Aku ga bermaksud untuk menyakitimu.ku mengakui aku salah,karna aku terlalu cemburu saat kamu melihat pria lain saat kita dinner  tadi.”ujarnya dengan nada yang lembut dan memegang tanganku.” Sudah ku maafkan Miko,itu hanya perasaan takutmu saja.aku ga melirik pria lain.hanya kamu yang ada dihatiku ini.”balasku dan menggengam tangannya.”terimakasih sayang,sekarang kamu minum dulu  tehnya setelah itu tidur. “ujarnya dan menyuguhan cangkir  teh padaku.”ok sayang”dank u meminum the hangat buatannya walau sedikit terlalu manis.hehehe…Setelah itu ku tarik selimut dan ku baringkan tubuhku di atas tempat tidur yang empuk. Seperti biasa sebelum tidur Miko membelai rambutku.

 

Beberapa hari kemudian tiba-tiba Miko marah-marah padaku.”Ayu…..!!Ayu…..!!”ku dengar Miko memanggilku dengan nada yang keras dan mengagetkan aku saat aku mencuci pakaian .”iya ,ada apa Miko ?aku ada didapur   “sautku serambi ku membilas pakaian.”Siapa lagi yang sms kamu pakai kata-kata sayang?!!”ketus Miko tepat dibelakangku dan memegang handphone ku .ku ambil handphone ku yang sedang dipegang olh Miko.”coba ku lihat”jawabku penuh kesabaran.”say,lagi ngapain nih?”ku baca sms itu.”Miko,aku ga tau ini siapa.karna  nomor ini ga ada nama dikontak handphone ku.”jelasku tegas.”ga mungkin kamu ga tau!yg sms kamu ini yg sudah kenal sama kamu!”bentak Miko dan meninggalkan ruang dapur.tanpa ku sadari irmata ku menetes membasahi pipi.kegundahan mulai terjadi dibenak ku. Miko  sudah meminta izin kepada orang tuaku bahwa seusai ku tamat SMA ,Miko ingin menikahi aku.Mungkinkah ku harus menderita seperti ini selamanya? “Entahlah ku harus bagaimana?”.ujarku dalam hati.

 

“Ayu,ayo kita masak nak”. Ku dengar suara mama. ”baru pulang dari pasar ya ma?”.tanyaku dan memindahkan syuran dari keranjang belanjaan mama.”ia,hari ini mama mau masak rendang “ujar mama lalu membersihkan daging sapi yang baru di beli. Aku membantu mama memeras santan dan menyiapkan bumbu masaknya.

 

“Minggu depan aku memasuki UAN ma”ucapku pada mama.”belajar yang rajin nak,jangan kecewakan mama,papa,ibu dan ayah”.balas mama dengan penuh harapan.”iya mama..Ayu janji ga akan keewakan mama”jawabku dan meyakinkan mama.”Ayu,aduk-aduk santannya sampai mendidih ya nak?”ujar mama.”iya mama..”sahutku dari pintu samping saerambi mengangkat pakaian yang sudah kering.

 

Sejak pertengkaran itu aku dan Miko tidak bersapa. Aku sudah cukup bersabar,aku sudah cukup menangis,dan aku sudah cukup menderita batin . Akhirnya UAN datang juga.ku sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian ini.”semoga hasilnya memuaskan”ujarku dalam hati saatku ingin mngerjakan soal-soal ujian. Beberapa hari kemudian …”Assalammulaikum…Akhirnya selesai juga UAN ini”ucapku  pada mama yang sedang asik nonton televise di ruang tengah.”Waalaikum salam,bagaimana nak ujiannya?lancar-lancar saja atau ada kesulitan?”jawab mama padaku.”Alhamdulilah lancar ma”jawabku dan masuk dalam kamar.”Ayu,makan dulu nak..?”saut papa yang  sedang menyantap makan siang dimeja makan. “Ia papa,sebentar lagi.mau ganti baju dulu”jawabku dari kamar .kamarku tepat disamping ruang makan.

 

Tidak lama kemudian aku dan Miko makan siang dan satu meja.dia masih saja bersikap cuek dengan aku.jujur aku ga nyaman hampir dua bulan aku ga bersapa dengan Miko.usai makan siang aku coba bicara dengan Miko.saat dia sedang duduk santai diteras depan rumah. Ku duduk disampingnya dan aku mulai membuka percakapan.”Setelah pengumuman dan pembagian ijazah,aku pulang ke Lampung.” “kamu ga melanjutkan kuliah disini saja?”jawabnya dan menatapku penuh harapan. “Setelah aku tamat ini ,aku ingin membantu orangtuku dulu.karna aku adalah anak satu-satunya yang mereka miliki dan hanya aku yang bisa membantu mereka.”jelasku dan berusaha menutupi hatiku yang sedih dan berat meninggalkan keluarganya juga Miko.  “lalu hubungan kita?,ku ingin penjelasan dari kmu.”Tanya Miko  padaku. “Sebelumnya aku meminta maaf yang sebesar-besarnya pada kamu,aku bukan wanita yang sempurna didunia ini dan aku tidak bisa berpacaran jarak jauh. Jujur,aku mencintai kamu..namun tuk saat ini hubungan kita cukup sampai disini.smua ini ku lakukan demi kbaikan kita dan hati kita.walau hub ini sampai disini..aku masih tetap mencintaimu..dan lebih baik kita focus untuk masa depan kita.jodoh  atau tidak semua itu allah yang mengaturnya,percayalah akan hal itu”ucapku dan tanpa terasa air mata tlah membasahi pipiku. Miko mendekati ku dan mengusap tiap tetesan airmataku. Dia tanpa bicara dan memelukku dengan erat.”Aku akan menunggumu dalam hatiku.aku kan menunggumu sampai kamu kembali kepelukannku lagi,aku mohon maaf bila ku tak pernah membahagiakan hatimu.”ucap Miko dan masih memelukku.”Serahkan semua pada allah Miko.kita hanya bisa berusaha tanpa menyerah…”jawabku dan menenangkan suasana yang berat untuk ku  jalani.

 

Sebulan kemudian…”Alhamdulilah,akhirnya aku menerima ijazah.”ucapku dengan kegembiraan saat sampai dirumah.”Slamat ya nak” ucap mama dan papa yang sedang menungguku diruang  tamu.”terimakasih mama dan papa yang selalu menyemangatiku untuk rajin belajar”balasku dan sujud pada mama dan papa. “mama,papa. Maafkan Ayu jika ayu punya salah slama ini,baik yang  sengaja ataupun tidak sengaja.Ayu sadar,ayu manusia biasa.Ayu tidak luput dari dosa.maafkan Ayu …”ucapku lalu ku duduk di tengah mama dan papa.”ya nak,mama dan papa juga minta maaf jika selama ini ada yang kurang berkenan di hati Ayu.”jwab mama.”Sekarang ayu ganti baju lalu istirahat.”ujar papa penuh perhatian.”oke papa.”balasku dan menuju kamar.

 

Kesokan harinya … aku melihat Miko duduk diteras rumah.”Miko,nanti sore aku pulang ke Lampung naik bus”sapaku dan duduk disampingnya.”iya sayang,hati-hati ya?,jujur aku berat kamu balik ke Lampung,tapi aku bisa mengerti keadaan kamu.suatu saat nanti aku pasti akan datang kelampung untuk menjenguk kamu dan ibu juga ayah.”tutur Miko dan menggengam tangan ku dengan erat. “nanti sore aku yang anter kamu ke terminal ya?”ucapnya.”iya sayang”jawabku. Akhirnya sore ini ku berangkat ke Lampung dengan menggunakan bus  LORENA. Sebelum aku berangkat aku memeluk mama dan tak hentinya mengucapkan “terimakasih banyak slama ini mama telah merawatku dengan penuh kasih sayang” . “mama menjalankan  amanah dari orang tua mu nak.”tutur mama.”papa,aku pamit pulang ya?”ujarku pada papa.”ya ,nak sampaikan salam untuk ibu dan ayah.”jawab papa.”ya pa.nanti Ayu sampaikan salam papa untuk ayah dan ibu.”balasku dan menaiki motor  Miko .Miko sudah siap mengantarku menuju terminal.

 

Setiba di terminal aku meyakinkan Miko untuk dapat menerima kenyataan yang ada.” Sayang,jika hati kita sama-sama setia . Pasti kita akan bersatu lagi.percayalah”ucapku dan berusaha tersenyum untuk dia.lalu menaiki bus Lorena. ”iya sayang,tunggu aku untuk melamar mu ya…?”. Sautnya saatku menaiki anak tangga pintu bus. Tak kuasa aku menahan beban di hati. Aku bergerak turun kembali dan memeluknya   yang berdiri disamping motor yang tidak jauh dari depan pintu bus. “Aku akan setia menunggumu untuk melamarku”.Balasku saat ku memeluk tubuhnya.”Aku juga akan setia “jawabnya dengan nada pelan.”masuklah dalam bus.aku janji bulan depan aku menjengukmu.”ucapnya kembali.”aku tunggu kamu sayang.”balasku dan kembali masuk dalam bus.tidak lama kemudian bus pun berangkat.Aku akan tegar menunggumu Miko dan aku akan menjaga cintamu selama kamu  masih menjaga cintaku.Aku harus bisa menerima kenyataan yang benar-benar terjadi. Aku pasti bisa melewati realita hidup dan cinta ini untuk cinta yang slalu setia di hati ini. SEKIAN.

 

 

Oleh : Nurhayati (yaya)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 November 2010 in Bukan Tulisanku

 

Tag: , , , , , , ,

“CINTA & PENGHIANATAN”

Di salah satu universitas yang ada dikota itu,ada seorang mahasiswi yang bernama indah.indah anak fakultas FKIP jurusan bahasa inggris,dipagi yang cerah,indah melangkahkan kaki menuju kampus.begitu pergantian jam waktunya istirahat indah dab teman-temannya pergi kekentin.tiba-tiba ketika indah hendak kelur dari kantin itu,ada seorang cowok yang menghalangi pintu keluar,dengan muka yang kurang senang indah langsung berkata “PERMISI…..”cowok itu hanya tersenyum sambil menatap indah.indah tercengang heran melihat tingkah cowok yang baru ditemuinya dikantin itu,dan bergeming dalam hati “dasar cowok aneh….” keesokan harinya indah bertemu lagi dengan cowok itu,tingkahnya bertambah aneh,sampai akhirnya ketika indah kekantin & bertemu dengan cowok itu lagi indah menangis,cowok itu yang menjadi heran & menyapa indah ” hy girl….kenapa menangis,ada apa?tak seperti hari-hari kemarin.jangan nangis lagi dong,ntar habis lagi air matanya.ehhhmmmm…..itu temen-temennya dah pada nungguin mo mintak air matanya.abis,putri duyungnya nangis mulu,jangan nangis lagi dong ntar gak bisa keluar lagi dari kantin lho….lau banjir air mata.palagi putri duyung yang nangis bisa jadi mutiara semua,he he he he eeee……hibur cowok itu.indah pun akhirnya tersenyum…..
keesokan harinya indah bertemu lagi dengan cowok itu dengan mengenakan baju berwarna pink,rupanya si cowok aneh itu pun suka memperhatikan indah,disapanyalah indah ” pagi……putri duyung,gak nangis lagi nich!!!???hari ini jadi pink love,akunpanggil pinki aja ya.indah tersenyum,si cowok aneh itu pun berkata lagi “suka warna pink ya?”indah hanya menganggukan kepala sambil tersenyum.semakin hari semakin dekat indah mengenal cowok itu,ternyata dia mahasiswa baru dikampusnya,cowok itu pindahan dari UGM(UNIVERSITAS GAJAH MADA).setahun indah tak melihat & mendengar kabar cowok itu,indah pun telah melupakan nya.tiba-tiba dihandpone indah ada satu pesan baru menanyakan kabar indah,SMS demi SMS setiap hari yang indah terima tapi indah tidak tahu dari siapa,akhirnya handpone indah berdering nomor yang sering SMS indah,dalam percakapan tersebut,ternyata dia adalah cowok aneh yang sering ditemui indah dikantin kampusnya,ternyata namanya reno cowok yang aneh itu,setelah satu setengah tahun indah baru tahu reno nama cowok aneh itu,hari berganti hari,bulan pun berganti tak disangka indah dan reno sama-sama saling mencintai.reno ternyata sosok cowok yang pertamakali telah membuat indah jatuh cinta,sosok cowok yang dewasa,baik,perhatian,romantis,humoris & penyang dimata indah.
sejak kehadiran reno hidup indah menjadi lebih berwarna,semua terasa indah reno bagaikan malaikat pelindung yang dikirim tuhan untuknya yang memberi rasa damai & aman buat indah,reno adalah motifasi bagi indah,indah menjadi mahasiswi yang mempunyai semnagat tinggi tuk beljar,karena reno hidup indah semakin menjadi indah seperti namanya indah.reno segalanya bgi indah,yang tak pernah iya temukan sebelumnya,mungkin benar kata orang-orang cinta adalah suatu anugrah yang terindah,suka duka,pahit manis,semua indah lewati dengan jiwa besar,karena kehadiran reno yang bisa membuat indah kuat & tegar menghadapi segala masalah yang iya hadapi,hidup penuh masalah,jadi setiap manusia pasti ada masalah,karena dengan masalah maka seseorang dapat berpikir dalam menyelesaikan masalahnya & sikap itu dapat membuat seseorang menjadi dewasa pola pikirnya secari otodidak,reno tempat indah bersandar,mengadu,reno bener-benar bisa menjadi kekesih sekaligus kakak buat buat indah.indah & reno saling memberi suport satu sama lainsaling melengkapi ketidak sempurnaan mereka,saat reno sedih indah selalu ada begitupun sebaliknya,saling memberi kekutan.
indah dan reno bagaikan pasangan yang tak kan terpisahkan lagi,reno adalah cinta pertama dalam hidup indah,indah berharap jadi cinta yang pertama dan terakhir cinta yang abadi selamanya.saat-saat terpuruk dalam hidup reno,saat reno mengalami masalah yang sangat berat terkucil dari keluarga reno sakit,reno lari dari rumahnya,indah selalu ada untuk reno,indah merawat reno,menjadi pembangkit semangat untuk reno bahwa hidup ini memang kejam,hidup memang penuh perjuangan tuk mencapai segala kesuksesan banyak aral melintang yang ditemui semua tergantung kita bisa atau tidak melewati masa-masa dimana kita sedang mendapat ujian hidup ini tidak berjalan mulus penuh tantangan dan liku-liku,hanya pada indah reno dapat menumpahkan segala rasa yang iya rasakan dengan berlinang air mata reno memeluk indah sambil berkata “saat ini hanya kau yang ku punyajangan pernah tinggalkan aku,kau segalanya bagi ku…”
indah pun menghapus air mata reno.
saat-saat reno terpuruk indah selalu ada untuk reno.semua pekerjaan indah kerjakan dengan tulus ikhlas,sejak reno ngontrak dikota lain yang tidak berjauhan dari tempat tinggal indah,indah menyempatkan diri untuk sesekali membersihkan rumah,mencuci pakaian dikontrakan reno,saat reno lagi pergi kerja dikantor indah sendirian membereskan kontrakan reno,begitu sayangnya indah pada reno.
tapi apa yang terjadi,mantan pacar pacar reno datang.reno selalau jujur pada indah,tika namapacar reno pada SMA itu.kata reno dulu ayah tika sangat membenci reno & melarang reno bepacaran dengan tika.reno dicaci,dihina,bahkan pernah diludahi.jadi reno begitu sakit hati dengan ayah tika.
reno menceritakan semua kesakit hatian nya terhadap ayah tika,samapai bersumpah “aku tak akan pernah menikah dengan anak mu………”
begitu kata reno kepada indah,setiap orang punya masa lalu,yang lalu biar lah berlalu,kita tata hari-hari yang baru dengan semangat baru tambah nya.
indah begitu percaya pada reno,tapi apa yang terjadi tak pernah terbayangkan,reno menghilang tanpa kabar.
indah menelpon kerumah nya menanyakan reno,mencari tahu dengan teman-teman akrab nya,teman-teman sekantor nya ,bahkan saudara-saudaranya.tapi apa…….
indah semakin bingung hari-hari indah berubah menjadi penuh tanda tanya,kekawatiran,was-was,segala rasa bergejolak,berkecamuk dalam hati indah.
beberapa bulan kemudian teman indah menelpon indah dan mengatakan di rumah nya ada undangan dari reno malam ini melamar tika.indah tak percaya malam itu juga indah lewat depan rumah tika,namun nampak hening-hening saja.pintu rumah tetutup malam itu pun hujan tak ada tanda-tanda mencurigakan,indah pun pulang dan tak percaya,namun hati indah galau pikiran pun tak tenang.
seminggu kemudian indah benar-benar membaca undangan reno dari teman nya. seluru tulang indah lemah tak berdaya,tanpa disadarinya butir-butiran bening itu bak air hujan yang tak henti-hentinya mengalir bagai mata air,indah tak mamapu berkata apa-apa luka yang dia rasakan begitu membekas di hati nya reno yang selalu dia puja-puja teryata pergi untuk selalmanya.
tak pernah indah bayangkan reno akan pergi dari kehidupan nya,tinggal kan dirinya hancur kan hati dan mimpi nya. sakit yang indah rasakan tak kan pernah hilang entah sampai kapan indah mamapu bertahan menawan perih,pedih atas penghianatan reno. terasa bagai mimpi indah seakan tak percaya saat semuanya harus berakhir.
semua yang indah lakukan sia-sia bagai debu terhapus hujan sehari.hilang sudah semuanya yang tinggal hanya tangisan filu,kenangan hanyalah tinggal kenangan. hanya linangan air mata yang tak henti menghiasi pipi indah,ntah lah…..apakah ada seseorang yang bisa menghapus perih ku,menganti kecewa ku dengan tawa mengati sedih ku dengan bahagia …… tanya indah dalam hati nya.
indah hanya bisa pasrah dan berjiwa besar menerima semua kenyataan pahit yang dia rasa kan. memang tekadang semua tak sejalan dengan apa yang kita ingin kan.

by:martha vera utami

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 November 2010 in Bukan Tulisanku

 

Tag: , , , , , , ,

LELAKI YANG MENUNTUN SEPEDA SAMBIL MENJAJAKAN HARIAN KOTA

Seumur hidupku aku hidup hanya dengan ibuku. Aku anak satu-satunya. Ibu sangat sayang kepadaku. Aku begitu dimanjanya. Walaupun kehidupan kami sederhana, namun ini lebih dari segalanya. Di sini nikmat bahagia selalu tersenyum pada gurat nadi wajahku.

Aku sedikit membandingkan dengan teman sebangkuku di kelas. Dia rupawan, tajir, pokoknya semua serba lebih. Aku sering ditraktir olehnya, diajaknya jalan-jalan dan ikut menikmati seabreg fasilitas yang diberikan orang tua kepadanya. Namun dia selalu bercerita kepadaku, bahwasanya dia sangat bosan dengan kehidupan yang dia jalani. Tak ada rasa bahagia. Aku masih ingat betul bagaimana muka yang rupawan itu ditekuk lemas. Memperlihatkan rasa irinya padaku. Dia rindu pada kasih sayang orang tuanya. Makanya tak jarang dia sering sekali berkunjung ke rumahku, mungkin dari situ dia merasakan hangatnya suatu keluarga, meskipun keluargaku tanpa kepala keluarga.

Pernah suatu ketika aku bertanya pada ibu tentang keberadaan ayah. Namun ibu hanya diam dengan pandangan kosong ke arah padang ilalang di belakang rumah. Setelah itu semua menjadi hening, membeku. Akupun ikut terdiam mengetahui pertanyaan yang tidak dikehendaki oleh ibu. Namun aku selalu penasaran mengapa ibu tak pernah mau menjawab pertanyaan mengenai ayah kandungku (padahal ini hakku untuk mengetahuinya). Berpuluh kali aku menanyakan hal yang sama. Sampai suatu ketika ibu melunak dan hampir menceritakan informasi yang aku butuhkan. Lalu ibu menangis. Aku tak tega melihatnya. Lalu ku urungkan kembali sejuta pertanyaan yang aku butuhkan jawabnya dari ibu.

Suatu hari teman sebangkuku itu menanyakan tentang keberadaan ayahku. Namun aku hanya terdiam, sedikit tersenyum sinis padanya. Dia membalasnya dengan senyuman lebar sambil menepuk bahuku. Setelah itu dia mulai mengalihkan pembicaraan mengenai sekolah dan kembali mengenai keluarganya yang menurutnya sangat memperihatinkan keadaannya.

Kegiatanku setiap pagi setelah bangun tidur adalah sholat. Ibu selalu mewanti-wanti aku untuk tetap menjaga sholat. Karena sholat adalah amalan pertama yang akan ditanyakan ketika di akhirat nanti. Setelah sholat aku langsung menimba air dan menyapu halaman. Ketika sedang menyapu aku selalu berjumpa dengan seorang laki-laki yang menuntun sepeda sambil menjajakan harian kota. Dia selalu menyapaku dengan senyumnya. Dan aku membalasnya. Setiap berjumpa dengannya aku selalu berharap agar lelaki itu diberi kelancaran rejeki. Aku sendiri kalau kata orang jawa “Ngrumangsa ora nduwe bapak..”. Setiap hari aku selalu bertemu dan tersenyum dengan lelaki itu. Sampai suatu ketika aku memberanikna diri untuk menyapanya ketika lewat di depan rumah. Dia menjawab setiap pertanyaanku dengan keramahannya.

***

Suatu pagi, ibu menangis tersedu-sedu di kursi tua di belakang rumah. Air matanya tak berhenti mengalir. Tampaknya hati ibu sangat terpukul oleh sesuatu. Aku dapat membaca pesan dari matanya. Namun sampai sekarang aku tak mengetahui mengapa ibu terlihat begitu pilu. Aku hanya bisa diam duduk di sampingnya dan memeluknya.

***

Setiap hari seperti biasa aku membantu ibu sebelum berangkat sekolah. Namun sudah 3 bulan ini aku tak melihat lelaki yang menuntun sepeda sambil menjajakan harian kota. Dalam hati aku merindunya. Rindu sapa halusnya dan senyum tulusnya. Semua itu begitu tercetak jelas dalam benakku. Sampai suatu ketika datanglah lelaki yang menuntun sepeda sambil menjajakan harian kota lewat depan rumahku. Hanya lewat, tanpa tersenyum apalagi menyapa, tidak sama sekali. Karena lelaki ini beda dengan lelaki itu.

Keesokan harinya aku menunggu lelaki yang menuntun sepeda sambil menjajakan harian kota yang baru di depan rumah seusai menyapu halaman. setelah menunggu 10 menit akhirnya dating juga. Aku sengaja memanggilnya.

“Bang.. Abang..” panggilku.

Yang ku panggil mendekat sambil menuntun sepedanya pelan.

“Mau beli koran den ?” katanya sambil menyodorkan seikat harian kota.

“Oh.. enggak bang. Cuma mau tanya saja, laki-laki yang biasa lewat jalan depan, yang sebelum abang kemana ya ? kok udah 3 bulan ini gak kelihatan ?”

“Oh.. Kang Maman maksud aden ? dia sudah meninggal atuh den. Dia ditabrak mobil waktu sedang jualan koran.”

“Innalillahi wainnailaihi roji’un, Oh.. begitu bang ? yasudah terimakasih..”

“Iya sama-sama den.. mari..” katanya sambil keluar dari halaman rumahku.

Tiba-tiba saja hatiku ringsek, seperti seonggok rongsokan yang tak berguna. Hatiku miris. Untuk pertama kalinya air mataku tertumpah untuk seseorang yang aku rindukan. Kemudian aku masuk ke dalam rumah. Ku lihat ibu sedang merapihkan ruang tamu. Ibu melihatku.

“Kamu kenapa nak ? ada masalah ?” Tanya ibu ramah, suaranya membeningkan hatiku yang keruh.

“Enggak bu, cuma sedih aja dengar kabar duka..”

“Memang siapa nak yang meninggal ?”

“Itu bu, laki-laki yang menuntun sepeda sambil menjajakan harian kota, ternyata dia meninggal 3 bulan yang lalu karena kecelakaan.”

Tiba-tiba ibu memelukku erat. Terdengar isak tangisnya. Air matanya jatuh membasahi telingaku. Dia membelai rambutku dan berbisik “Dia itu ayahmu nak..”

Untuk kedua kalinya aku menangis lagi. Kali ini hatiku begitu hancur. Lelaki yang menuntun sepeda sambil menjajakan harian kota, yang selalu menyapaku, tersenyum padaku, dia adalah ayahku.

Aku terkulai lemas, terduduk di ruang tamu tak berdaya. Ku tulis sebuah puisi. Air mataku meleleh membasahi pipi dan aku berkata lirih, “aku rindu ayah..”.

Malam ini aku habiskan dengan membaca Al-Qur’an, Surat Yasin untuk ayah…

KARYA : Taufiq Dwiana Romadhon ‘affa’

 

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 10 November 2010 in Bukan Tulisanku

 

Tag: , , , , , , , ,

Siapakah Aku

Banyak orang bertanya tentang siapa aku?
Tapi banyak jugha orang yang tidak mengenal siapa dirinya
Aku bukan seonggok daging yang tak bernama dan tanpa nyawa
Tubuh, pikiran dan jiwaku dicipta untuk sesuatu yang bermakna

Aku hadir bukan sebagai pelengkap penderita
Atau pembuat porak poranda keluarga
Aku adalah aku
yang terus hadir mewarnai setiap tawa dan duka manusia

Karena hanya di tangankulah terpatri
Cikal bakal pemimpin macam apakah aku besok
Untuk mengubah bangsa ini
Jadi, hati-hatilah mendidiku
Bila tidak, kupunya hanya dua pilihan utama
Jadi abu atau Batu

Akulah yang pemberontak itu, mama
Yang tidak hanya sekedar punya cita-cita
Karena kutahu siapa diriku ini
Karena aku tahu siapa penciptaku ini
Dan untuk apa aku hidup
Hingga ku tak mau menyianyiakan waktu ini
Mengukir potensi menjadi prestasi
Demi kemuliaan nama-Nya
Karena aku adalah gambar dan citra Nya
Itulah aku, mama

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 7 November 2010 in Tulisanku

 

Tag: , , , , , , , ,

Netbook Cinta

Kekaguman nina pada ozy sosok pahlawan tanpa sertifikatnya, kini menumbuhkan benih-benih cinta dalam taman hatinya, nina sungguh tergila-gila dengan sosok ozy, menurutnya ozy adalah pria yang sempurna, baik hati, cool, tampan, dan cukup mapan.

Setelah Ozy membantu nina tentang masalah netbooknya, nina mulai tergila-gila pada sosok ozy, kini nina mulai mendekati ozy, langkah pertama nina ia ingin mengajak ozy makan, dengan langkah penuh harapan dan cinta nina mendekati ozy untuk mengungkapkan maksudnya, “ zy, mmmmh gimana kalo kita makan? Yah sebagai tanda makasih aku karena kamu dah bantu aku, gimana?” ucap nina dengan penuh harap “gag usah na, gag usah repot2 lagian saya menolong dengan ikhlas kok, lagian kalo menolong orang ga perlu mengharapkan imbalan” tegas ozy kepada nina, mendengar kata-kata ozy darah mengalir deras dalam tubuh nina, jantungnya terpompa begitu cepat, nina bagaikan terbang ke udara, sungguh baik hati laki-laki ini sungguh aku jatuh hati padamu, pikir nina dalam hatinya.

Hari minggu yang cerah, matahari terbit membawa kehangatan yang menyapa lewat sela-sela celah dalam kamar, di iringi nyanyian burung-burung dalam sangkarnya, nina terbangun dengan hati gembira karena hari ini adalah hari dimana nina dan ozy akan jalan berdua. Jam masih menunjukan pukul 07.00 WIB yang berarti nina masih mempunyai waktu sekitar 5jam lagi, waktu 5 jam nina gunakan untuk bersiap-siap, nina membuka lemari yang ada di pojok kamar mencari-cari pakaian dan jilbab apa yang cocok di pakainya, sekitar 30 menit nina mencari-cari pakain yang cocok akhirnya nina menemukannya, sebuah baju lengan panjang berwarna biru dengan jilbab biru, kemudian nina pergi kebelakang untuk menyetrika baju dan jilbabnya, namun ketika setrika menyentuh jilbab nina, jilbab nina sobek karena terlalu panas setrikanya, hingga jilbabnya bolong, nina panic tubuhnya lemas, darah yang mengalir dalam tubuhnya seperti membeku, detak jantungnya seperti berhenti berdetak, yag ada di pikiran nina saat itu, sepertinya ini adalah pertanda buruk yang akan terjadi, nina mulai lemas tak terasa nina menitikan air matanya, begitu takutnya nina akan terjadi hal buruk.

Tepat pukul satu nina bertemu dengan ozy di salah satu mall di kota bogor, nina dan oozy bertemu bukan tanpa maksud melainkan ozy ingin membantu nina mengganti Windows nya di salah satu toko langganan ozy. Sesampainya di toko terjadilah percakapan antara ozy, pelayan took dan nina

Pelayan took : hey zy ada apa neh?

Ozy: inih mas mau ganti windows dari 7 ke XP, bisa?

Pelayan toko : oh iah bisa zy punya siapa?

Ozy : nih punya temen, neh orangnya ( sambil menoleh pada nina )

Pelayan : wah bukan temen kali tapi pacarnya ya zy?

Ozy : bukan mas, cuman temen kok hehehehe

Nina : iah kok mas cuman temen ( sahut nina tidak mau kalah )

Pelayan : ah yang bener kalo gitu gebetan yah? Hayo mbak, mbak suka kan ma ozy, ozy jugha suka kan ma mbaknya?

Nina dan ozy : engga kok cuman temen ( d3ngan kompaknya )

Pelayan : tuhkan kompak bener jawabnya, kalo ga suka ga usah panic gitu donk hehehe

Dalam hati nina, ia senang bukan kepalang memang kenyataanya nina sangat suka pada ozy, setelah memberikan netbooknya pada si pelayan, ozy menemani nina untuk membeli coolpad, setelah selesai semua urusannya nina mengajak ozy untuk makan bareng, alhasil bujuk rayu nina kali ini berhasil, kini ozy mau di traktir oleh nina, saat makan nina dan ozy saling bercerita tentang keluarganya masing-masing, ini membuat nina senang bukan main, nina yakin bahwa dirinya pasti bisa mendapatkan sosok pahlawan tanpa sertifikatnya. Selesai makan karena sudah mendekati waktu maghrib nina mengusulkan untuk pulang

Nina : zy pulang yuk dah mau maghrib

Ozy : oh yaudah yu saya anter ke rumah na

Nina : oh ga usah zy, gag usah repot-repot lagian nina bisa kok pulang sendiri

Ozy : gag papa na, lagian udah seharusnya kan seorang cowok nganterin cewek pulang, nah kalo entar ada apa-apa di jalan gimana?

Mendengar kata-kata itu hati nina kembali meleleh bagaikan coklat panas, darah dalam tubuh nina mengalir deras dari ujung kaki hingga ujung kepala, nina sangat senang bahwa pahlawan ilegalnya akan mengantarnya pulang sampai rumah dengan selamat.

Seminggu berlalu kini nina tidak terlalu polos lagi dengan yang namanya teknologi,berkat bantuan ozy sosok pahlawan tanpa sertifikatnya, berkat netbooknya itu nina kini mulai lebih dekat dengan ozy, nina selangkah lebih maju dari sebelumnya, kini nina dan ozy sudah berani memanggil sayang satu sama lain meskipun hanya lewat pesan singkat. Namun kebahagian nina tidak bertahan lama, saat ozy mulai dikenal banyak orang di kampusnya, banyak wanita yang mendekati ozy ini membuat nina merasa tidak nyaman, terlebih ozy merespons para wanita yang mendekatinya, nina merasa sedih dan kecewa, kenapa disaat nina berhasil merubah ozy dari sosok orang yang pendiam dan tertutup menjadi sosok baru yang lebih terbuka, justru orang lain yang dekat dengan ozy.

Kedekatan ozy dengan wanita-wanita itu semakin membuat hati nina tidak tenang, ozy sungguh pria yang tidak bisa mengerti perasaan nina, dimalam hari lewat pesan singkat dia masih memanggil nina dengan panggilan sayang, meskipun diantara keduanya belum ada ikatan yang jelas, namun di siang hari ozy seolah menganggap nina tidak ada, sungguh malang nasib nina laki-laki yang ia sayangi kini tidak lagi peduli padanya, nina hanya bisa diam dan menangis menghadapi kenyataan ini, tidak ada yang bisa nina lakukan selain berdiam diri dan melihat orang yang ia sayangi dekat dengan wanita lain, nina hanya bisa berharap bahwa suatu saat ozy orang yang ia sayangi akan benar-benar mencintainya seperti nina tulus mencintai ozy. Tidak seperti sekarang ozy hanya mempermainkan hati nina, gadis polos yang berharap mendapatkan cinta dari pahlawan nya.

Di tunggu sarannya yah  agar cerpen yang di post bisa menjadi lebih baik lagi.

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 November 2010 in Tulisanku

 

Tag: , , , , , , , ,

Mengapa Obat Paten Mahal?

Obat paten adalah obat yang baru ditemukan berdasarkan riset dan memiliki masa paten yang bergantung pada jenis obatnya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001, masa berlaku hak paten di Indonesia adalah 20 tahun. Selama masa 20 tahun itulah, perusahan farmasi pemegang hak paten memiliki hak eksluksif di Indonesia untuk memproduksi obat yang dimaksud.

Perusahaan lain tidak diperkenankan memproduksi dan memasarkan obat serupa, kecuali jika memiliki perjanjian khusus dengan pemilik paten. Penemuan obat paten memerlukan waktu yang panjang dan biaya yang sangat mahal, sekitar 900 juta dollar AS sampai 1,8 miliar dollar AS. Jadi, wajar bila obat paten memasang harga yang “aduhai”.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan obat paten menjadi mahal.
1. Obat paten melalui proses penemuan dan pengembangan dari banyak tahap. Berawal dari proses penemuan obat (sintesis, skrining), dilanjutkan dengan uji preklinik, uji klinik, persetujuan otoritas regulatori dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Food and Drug Administration, dan terakhir proses pemasarannya.

2. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tahapan itu 12-15 tahun. Contohnya, untuk melakukan uji klinis saja dibutuhkan waktu lebih kurang 10 tahun (6-7 tahun) dan menghabiskan 60 persen dari seluruh biaya pengembangan sehingga sisa waktu yang dimiliki perusahaan farmasi untuk mengedarkan obat tersebut terbilang singkat, yaitu kurang dari 5 tahun. Status obat paten dapat diperpanjang jika, misalnya, dilakukan studi pada anak. Itu pun tambahan waktunya hanya selama 6 bulan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 November 2010 in Bukan Tulisanku

 

Tag: , , , , , , , ,

Nada Yang Hilang

Musim gugur yang indah saat sepasang burung gereja bercengkrama didahan pohon amber tua dekat danau. Kibas sayapnya mengoyangkan beberapa helai daun yang memerah lalu melambai jatuh dengan anggun diatas tanah berumput. Seorang anak perempuan 9 tahun duduk dibawah pohon itu matanya memandang kearah sebuah jendela tinggi dipuncak sebuah menara, dimana dari jendela itu terdengar alunan nada-nada dari tooth piano yang merambat melaui angin musim gugur yang hangat dan menggetarkan gendang telinga setiap orang yang mendengarnya. Anak itu melemparkan bilah batu tipis kearah danau hingga beberapa pantulan terjadi membuat air danau terpercik membentuk gelombang-gelombang lingkaran yang semakin lama semakin membesar dan menghilang. Begitulah Michael menghabiskan waktu tidur siangnya sepanjang musim. Semakin lama alunan piano dari puncak menara itu semakin membiusnya, Michael mengeluarkan sebuah benda panjang silver dari tas punggungnya, sebuah flute peninggalan ayahnya kini telah digenggamnya, Michael tergelitik untuk meniupnya mengikuti chord demi chord alunan piano itu, suara kedua alat musik itupun kini mengalun seirama membentuk satu kolaborasi suara yang indah disiang musim gugur yang hangat. Namun tiba-tiba suara piano itu tak lagi terdengar, hal ini membuat Michael menghentikan permainan flutenya dengan perasaan bersalah, apakah dirinya telah menggangu pemain piano misterius dipuncak menara itu? Benaknya bertanya. Namun siapa dia sebenarya?
Tiba-tiba sesosok anak laki-laki berusia 12 tahun kini tengah memandangnya dibalik jendela tinggi itu, sebuah senyum melengkung diwajahnya yang putih. Sosok yang selama ini menjadi pertanyaan dibenak Michael kini terungkap. Anak laki-laki itulah yang bermain piano dipuncak menara selama ini. Anak itulah yang selama ini membuat Michael nyaman berada di tempat ini, menghabiskan siangnya bersama burung-burung gereja yang berlompatan di dahan pohon amber, mengorbankan waktu tidur siangnya selama semusim penuh hanya untuk menikmati aluan nada-nada dari tooth-tooth piano dari atas menara itu. Anak diatas menara itu melambaikan tangannya memberi isyarat pada Michael bahwa dirinya menyukai kolaborasi tadi. “Hey…siapa namamu..??? teriak Michael pada anak itu, namun anak laki-laki itu tak menjawab, ia hanya tersenyum dan mengayunkan tangannya membentuk huruf-huruf yang tak jelas dengan jari telunjuknya . Michael memicingkan matanya berusaha menajamkan pandangan dan bersusah payah membaca huruf-huruf dari gerakan tangannya itu. “ W – I – L – L – Y ”. “Willy..???” namamu willy? Michael kembali berteriak namun lagi-lagi anak laki-laki itu tak menjawab ia hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Michael. “Ngomong-ngomong apa judul lagu itu?” Tanya Michael masih dengan berteriak, namun tetap saja tak ada jawaban. Lalu dengan senyumnya yang masih merekahkan warna merah jambu yang contras dengan kulit wajahnya yang putih anak laki-laki itu menghilang dari balik jendela menara itu dan kembali terdengar alunan suara piano dari balik jendela yang tinggi itu. “Anak yang aneh kenapa tak menjawab saja? Apa dia bisu?” tanya michael dalam hati. Lalu Michael kembali meniup flutenya mengikuti chord-chord dari suara piano itu. Menciptakan melodi yang indah yang mengalun. Begitulah sejak saat itu hari demi hari dihabiskan Michael dan Willy dengan bermain musik bersama dari tempat yang berbeda dan diakhiri dengan ucapan sampai jumpa oleh Michael yang hanya dijawab dengan senyuman ringan oleh Willy.

Suatu hari pada waktu yang sama Michael berlari-lari kecil ke tepi danau di bawah pohon amber tua dimana ia biasa duduk menunggu melodi indah yang biasa keluar dari puncak menara diseberang danau itu. Tangannya menggenggam sebuah flute yang biasa ia mainkan bersama dengan Willy dari puncak menara itu. Lalu michael duduk di bawah pohon itu menunggu nada-nada awal dari tooth-tooth piano willy dari atas sana dengan semangat, cukup lama Michael menunggu namun tak juga suara piano itu terdengar dari jendela yang tinggi itu, Michael menjadi resah, perasaan khawatir mulai merasukinya, “Mungkinkah terjadi sesuatu pada willy? Apakah dia sakit?” berbagai pertanyaan muncul dibenaknya. Dan pertanyaan itu terjawab setelah sesosok anak laki-laki muncul di balik jendela dengan wajah yang putih, bahkan lebih putih dari biasanya tak ada warna merah jambu di bibirnya yang ada hanya warna putih pucat menghiasi wajah itu, ia lebih terlihat seperti sebuah mayat yang tersenyum dengan tulus pada Michael. “Willy…??” ucap michael dengan nada lirih. Willy menggelengkan kepalanya lemah memberi isyarat pada Michael bahwa ia baik-baik saja, namun jelas itu adalah suatu kebohongan yang mudah ditebak. “jangan bohong Willy, aku tahu kamu tidak dalam keadaan baik saat ini.” Tariak Michael padanya. Air mata mulai menggenang di sudut matanya dan ia berusaha sekuat tenaga agar air matanya tidak jatuh. Willy kembali menyunggingkan senyum termanisnya, berusaha meyakinkan sahabatnya itu. Tanpa sepatah katapun anak laki-laki itu menghilang dibalik jendela dan sesaat kemudian suara tooth-tooth piano itu mengalun, merambat keluar menara melalui angin dan menggetarkan gendang telinga Michael membuat Michael menjatuhkan air matanya. “Willy..ada apa sebenarnya..?” isak Michael dalam tangisnya. Michael berusaha menguatkan tangannya yang bergetar mengangkat flutenya dan meniupnya mengikuti chord-chord piano Willy, Michael tak ingin mebuatnya kecewa ia berusaha mengimbangi permanian willy dan harmoni itu membuat suasana sore musim gugur itu semakin indah. Permainan itu pun selesai dan Michael berdiri dari tempat ia terduduk memandang kearah jendela tinggi itu menunggu sosok yang akan melambaikan tangannya dengan senyuman yang khas saat ia mengucapkan sampai jumpa besok. Namun willy tak muncul di balik jendela itu. Dan Michael kembali menangis, ia memeluk erat flute ayahnya didadanya, dan berbalik dari menara itu lalu berjalan gontai meninggalkan tempat dimana hari-hari sebelumnya ia habiskan dengan bahagia bermain musik bersama dengan seorang yang tak pernah ia sentuh bahkan hanya untuk berjabat tangan. Sementara dibalik tirai jendela tinggi menara itu Willy mengintip langkah gontai Michael dengan derai air mata, hanya punggung seorang gadis kecil dengan langkah sedih dan putus asa yang ia lihat saat itu, bukan senyuman manis seorang gadis kecil yang biasa ia saksikan disetiap sore selepas permainan pianonya. “maafkan aku…!!!” isaknya dalam hati. Sementara darah mengucur dari jemari tangan yang lentik, dan meninggalan bercak-bercak noda merah pada tooth-tooth piano tua di ruangan tua dipuncak menara itu.
“hmmm well..well..well..!!! sudah berapa kali kuperingatkan hentikan kebisingan itu…!!!!” hardik seorang wanita paruh baya yang muncul secara tiba-tiba di belakang Willy sambil membanting pintu kayu yang gelap dan berat. Willy membalik badannya serentak dan bibirnya bergerak seperti hendak mengucapkan kata “mom” tanpa suara dengan ekspresi terkejut. Dan “Plak…!!! Jangan panggi aku Mom….!!!” Tangan gempal wanita itu menampar pipinya yang putih yang kini mulai memerah, Willy tersungkur kelantai yang dingin dan memegang pipinya “ Apa tak cukup aku buat putus satu jari telunjukmu semalam? Ejek wanita itu dengan nada halus dihiasi seringai mengerikan sambil mengangkat seikat kunci berhiaskan gantungan sebuah jari telunjuk yang putih dan ada noda darah pada pangkalnya. Willy menggeleng-gelengkan kepalanya ketakutan. Namun hal itu semakin mebuat wanita itu puas dan tertawa. Wanita itu mengeluarkan sebuah gunting lalu mencengkram tangan willy dan “Arghhhhhh……!!!!!” Willy menjerit. Burung-burung gereja beterbangan, tupai-tupai berlarian masuk kedalam lubang pohon dan Willy menangis tanpa suara, hanya isak dan rintihan lemah yang terdengar dari luar menara yang mulai gelap.

***********************************************************************************
Grimis di sore hari namun seperti biasa Michael berlari-lari kearah danau dekat pohon amber, dengan sebuah flute di tangannya, air hujan menetes dari ujung-ujung rambutnya yang basah, dan ia berlindung di bawah pohon amber tua itu menatap penuh harap kearah jendela tinggi dipuncak menara seberang danau. Lama Michael menunggu disana dan kini tangannya memeluk tubuhnya yang dingin. “willy…!!!” suara lirih keluar dari bibirnya yang gemetar. Namun tak juga willy nampak dibalik jendela itu. Michael meniup flutenya dalam guyuran gerimis memainkan nada-nada yang biasa ia mainkan bersama Willy dengan harapan willy mendengarnya dan muncul dibalik jendela itu, tak lama kemudian sesosok bayangan muncul dibalik jendela itu wajahnya lebih pucat dari kemarin seperti tubuh yang kehabisan darah, sosok itu tersenyum tulus pada Michael, sebuah senyuman yang sudah sangat ia kenal selama musim gugur ini. Sosok itu terjatuh keluar jendela dan tubuhnya melayang diudara lalu terhempas ke tanah dengan suara gedebuk yang sangat keras. “WILLY.!!!!!” teriak Michael yang kemudian melompat menceburkan diri kedanau dan berenang keseberang dibawah guyuran hujan, Michael sampai ditepi danau itu dan bangkit kemudian berlari kearah tubuh Willy yang kini terbaring di tanah tak bergerak, Michael mengangkat kepala sosok itu kepangkuannya. Willy…!!!..Willy..!!! teriak Michael pada jasad yang tak bergerak itu, namun willy tak menjawab, hanya sebuah senyuman yang tulus yang tersisa di wajahnya. Kedua tangannya nampak sudah tak memiliki jari yang utuh, kedua telunjuknya telah hilang dari teman-temanya. Dan salah satu tangannya menggenggam sebuah gulungan kertas . Airmata kini menghujani wajah Willy yang tersenyum itu, Michael meraih gulungan itu dari tanganya, sebuah kertas dengan bercak-bercak darah bertuliskan “Nada yang Hilang” dengan deretan partitur-partitur yang selama ini ia mainkan bersama. Sebuah lagu yang selama ini tak penah ia tahu apa judulnya. Terjawab sudah semua pertanyaan Michael seiring berakhirnya musim gugur. Seiring kepergian Willy yang damai diiringi kepakan sayap-sayap burung gereja di atas pohon amber. “Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk….!!!!” Michael berteriak sekuat tenaga dibawah guyuran hujan yang menderas

***********************************************************************************
*11 tahun kemudian

Seorang gadis cantik dengan blues hijau peark berjalan di pinggiran danau dekat sebuah menara tua yang tak lagi terawat dengan baik, rambutnya yang panjang melambai ditiup angin musim gugur yang hangat , beberapa burung gereja beterbangan lalu hinggap di dahan sebuah pohon amber tua yang besar dipinggiran danau itu. Gadis itu kemudian duduk dibawahnya dekat sebuah pusara dengan nisan marmer putih dipenuhi tanaman bunga lylac khas musim gugur di Geneve Switzerland. Lalu gadis itu mengeluarkan sebuah flute dan meniupnya memainkan sebuah lagu yang indah, sebuah senyum merekah menghiasi wajahnya. “Kau tahu Willy sekarang aku mampu memainknnya dengan baik bukan?” sahut gadis itu.

 

http://www.facebook.com/note.php?note_id=434676961153

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 4 November 2010 in Bukan Tulisanku

 

Tag: , , , , , , , ,